Perang Rusia Ukraina

Amerika Mulai Frustasi, Kini Minta China Rayu Rusia

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Janet Yellen meminta China untuk merayu Rusia agar menghentikan serangannya ke Ukraina.

Sumber: Andrew Harnik/Associated Press
Menteri Keuangan AS Janet Yellen saat berbicara di Universitas Amerika Washington, 7 April 2022. 

TRIBUNJAMBI.COM, WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Janet Yellen meminta China untuk merayu Rusia agar menghentikan serangannya ke Ukraina.

Hal itu diungkap Yellen pada Rabu (13/4/2022).

Ia juga memperingatkan Beijing dalam bahaya, khususnya posisi mereka dalam ekonomi global jika memilih tak ikut campur.

Yellen berbicara di tengah meningkatnya frustasi dari AS dan sekutunya bahwa China justru menolak mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.

Sebaliknya, kedua negara besar itu justru memantapkan hubungan khusus.

AS telah mengamati untuk melihat apakah China akan membantu Rusia menghindari sanksi dan menstabilkan ekonominya.

“Ke depan, masalah ekonomi akan semakin sulit dipisahkan dari pertimbangan kepentingan nasional yang lebih luas, termasuk keamanan nasional,” katanya dikutip dari New York Times.

Baca juga: Bela Rusia, Kim Jong-un Sebut Joe Biden Lelaki Tua yang Pikun

“Sikap dunia terhadap China dan kesediaannya untuk merangkul integrasi ekonomi lebih lanjut mungkin akan dipengaruhi oleh reaksi China terhadap seruan kami untuk tindakan tegas terhadap Rusia,” ujarnya.

Yellen menambahkan bahwa tindakan Rusia bertentangan dengan komitmen publik China yang sudah berlangsung lama terhadap kedaulatan dan integritas teritorial.

Ia juga meminta China menggunakan pengaruhnya dengan Rusia untuk mengakhiri perang.

Yellen juga mengatakan dampak dari penyerangan Rusia ke Ukraina membayangi ekonomi global setelah dua tahun gangguan akibat pandemi Covid-19.

Tetapi ia bersikeras bahwa AS dan sekutunya akan terus bekerja sama menghadapi Rusia dengan sanksi yang melemahkan.

Baca juga: Pengakuan Ukraina Buat Dunia Tercengang, Rusia Disebut Paksa Warga Mariupol Ikut Berperang

“Perang antara Rusia dan Ukraina telah menggambar ulang kontur prospek ekonomi dunia,” kata Yellen.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved