Ramadhan 2022

Jangan Bicara Kotor di Medsos, Ini Dampaknya pada Puasa yang Dijalani

Berpuasa tapi berbicara kotor akan mengurangi pahala puasa bahkan tidak mendapat apa-apa.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Church Times
Hukum berbcara kasar saat puasa Ramadhan 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Berpuasa tapi berbicara kotor akan mengurangi pahala puasa bahkan tidak mendapat apa-apa.

Islam melarang setiap Muslim berbicara kotor atau mengumpat di dunia nyata maupun media sosial.


Hal ini disampaikan Dosen IAIN Surakarta, Ari Hikmawati.

Sebagaimana firman Allah subhanallahu wa ta'ala dalam QS. An-Nisa ayat 148 :

 

Artinya, "Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Allah tidak menyukai perkataan-perkataan kasar, kecuali saat sedang dizalimi orang lain di antaranya ketika seorang Muslim dalam keadaan berpuasa.

"Puasa itu yang terutama adalah menahan hawa nafsu. Oleh karena itu, di media sosial, baik Twitter, Facebook, Instagram, dan lain-lain kadang emosi terluap di sana," ujar Ari.


Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


”Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang haram, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minuman.” (HR. Bukhari no. 1903)

Saat seseorang berpuasa tetapi berbuat kasar atau menyakiti orang lain, maka bagi Allah puasa orang tersebut sia-sia.

"Seseorang mungkin merasakan lapar, haus, tetapi bagi Allah yang terpenting adalah menjaga perkataan harus selalu dilaksanakan oleh umat Muslim, baik saat bulan puasa maupun tidak," papar Ari.

Apapun yang keluar atau tertulis di media sosial akan berjangka panjang dan berdampak lebih lama daripada berucap secara langsung.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved