Terduga Teroris Ditangkap
77 Anak Bawah Umur Dicuci Otak Oleh Teroris Jaringan NII, Disumpah Untuk Setia
Penyidik Densus 88 menemukan fakta adanya ratusan orang dewasa yang telah menjadi bagian anggota NII sejak masih berusia belasan tahun.
TRIBUNJAMBI.COM - Dalam merekrut anggotanya, Kelompok terorisme jaringan Negara Islam Indonesia (NII) tak segan-segan untuk mencari anak di bawah umur.
Kelompok NII ketahuan melakukan perekrutan terhadap anak di bawah umur.
Hal itu dikatakan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.
Brigjen Pol Ahmad Ramadhan bilang, total ada 77 orang anak di bawah umur atau di bawah usia 13 tahun yang disumpah baiat menjadi anggota NII.
"Perekturan anggota NII dilakukan tanpa memandang jenis kelamin dan batas usia. Terbukti ditemukannya 77 orang anak di bawah umur 13 tahun yang dicuci otak dan dibaiat untuk sumpah kepada NII," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/4/2022).
Baca juga: Teroris di Sumbar Aktif Rekrut Anak-anak, Ingin Gulingkan Pemerintah. Tergabung dalam Jaringan NII
Brigjen Pol Ahmad Ramadhan bilang, penyidik Densus 88 Antiteror Polri menemukan fakta adanya ratusan orang dewasa yang telah menjadi bagian anggota NII sejak masih berusia belasan tahun.
"Ttercatat ada 126 orang lain yang saat ini sudah dewasa namun pernah juga direkrut saat usia masih belasan tahun," katanya.
Brigjen Pol Ahmad Ramadhan bilang, pihaknya telah meminta bantuan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk dapat mengembangkan jaringan NII yang berada di anak di bawa umur.
"Terkait hal ini telah berkoordinasi dengan KPAI untuk mengembangkan jaringan NII ini," ujarnya.
Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 16 tersangka terorisme jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (25/3/2022) lalu.
Setelah itu, Densus 88 Antiteror Polri meringkus 5 orang tersangka teroris jaringan NII lainnya di daerah Tangerang Selatan, Banten pada Minggu (3/4/2022).
Mereka diduga menginginkan untuk mengubah ideologi Pancasila dengan syariat Islam.
Saat bersamaan, mereka juga aktif merekrut anggota baru dari kalangan anak-anak di bawah umur.
Ttersangka itu juga aktif melakukan kegiatan i'dad atau latihan ala militer secara rutin lewat berbagai kegiatan.
Mereka berniat menggulingkan pemerintah dengan memanfaatkan situasi jika terjadi kekacauan.