Mutiara Ramadan

Tentang Hakikat Puasa

Oleh karena itu, melakukan puasa Ramadan adalah wajib atas kaum muslimin wal muslimat, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al Baqarah ayat

Editor: Deddy Rachmawan
Tentang Hakikat Puasa
TRIBUN JAMBI/IST
Ustaz Ismail SPdI

Oleh: Ismail SPdI, Mubalig, Pendidik, Dai

Allah SWT telah memberikan tuntunan berupa agama Islam sebagai pedoman hidup. Islam mempunyai rangka-rangka yang lebih dikenal dengan sebutan rukun Islam.

Sebagaimana sabda Nabi yakni mengucap syahadat bahwasanya tiada Tuhan selain Allah dan menyaksikan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; menegakan salat; berpuasa di bulan Ramadan; mengeluarkan zakat dan haji bagi yang mampu.

Dengan demikian, kita menyadari tegak dan rubuhnya Islam tergantung pemeliharan terhadap rukun-rukunya. Oleh karena itu, melakukan puasa Ramadan adalah wajib atas kaum muslimin wal muslimat, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al Baqarah ayat 183.

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa.”

Oleh karena itu, puasa merupakan ujian yang berat yang dirasakan lahir dan batin.

Rasa dahaga dan lapar yang kita rasakan harus kita kekang dengan sendirinya. Di antaranya keinginan nafsu yang harus kita bendung dengan sendirinya, selama melaksanakan ibadah puasa di siang hari.

Sesungguhnya, ketentuan Allah haruslah kita patuhi secara mandiri, baik di kala sedang sendirian maupun berkumpul. Sebab kita ketahui, Allah Maha Mengetahui dalam segala gerak dan tingkah laku.

Puasa adalah persiapan. Diumpamakan orang menanam, yang selalu mempersiapkan tanah, persiapan sudah tidak ada lagi rerumputan di sana.

Persiapan yang dilakukan sudah cukup, tinggal bagaimanakah kehendak orang tersebut. Ia bisa menebarkan benih kalau ia mau.

Baca juga: Aktivitas Wali Kota Jambi Syarif Fasha saat Puasa Ramadan, Mulai Air Panas hingga Mi Celor

Kemudian membiarkannya layu dan mati begitu saja, sehingga rumput liar kembali akan tumbuh di sana.

Dan ia bisa menyebarkan benih, lalu merawatnya sampai tumbuh dan akan menjadi besar serta berbuah.

Dengan demikian, apabila manusia menjaga jiwanya yang telah dipersiapkan dengan ibadah puasa dan sampai dengan takwa, maka sesungguhnya pahalanya sangat besar sekali.

Puasa tidak akan sampai kepada buahnya yang akan dikehendaki oleh Allah SWT, kecuali apabila orang yang melaksanakan puasa tersebut betul niatnya, kuat kemauannya, dan ia pun berpuasa dengan berlandaskan iman serta mengharap pahala.

Baca juga: Mutiara Ramadan, Mensyukuri Nikmat yang Diberikan Allah Swt

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved