Berita Merangin

Waspadai Lima Hotspot Ditemukan di Merangin Terluas Ada Satu Hektare

Berita Merangin-Lima titik hostpot dengan luasan sekitar satu hektar ditemukan di wilayah Kabupaten Merangin dalam beberapa hari terakhir..

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
Darwin Sijabat/tribunjambi
Apel gelar peralatan Karhutla di Merangin 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Lima titik hostpot dengan luasan sekitar satu hektar ditemukan di wilayah Kabupaten Merangin dalam beberapa hari terakhir.

Data itu berdasarkan penyampaian Kapolres Merangin, AKBP Dewa Ngakan Nyoman Arinata usai Apel Pagelaran Peralatan Karhutla, Kamis (7/4/2022).

Dia menyebutkan bahwa terhitung dua minggu yang lalu, Bumi Tali Undang Tambang Teliti sudah memasuki musim kemarau. Bahkan ditemukan beberapa titik panas.

"Ada sekitar lima titik hostpot yang kita temukan, khususnya di daerah Jangkat, Masurai, Muara Siau dan Tabir. Kurang lebih ada delapan titik hostpot kita temukan setiap hari, tetapi indeksnya memang kecil. Kemarin saya cek di Sungai Manau, paling luas satu hektar," ujarnya. 

Api tersebut dikatakan Kapolres ada yang mati sendiri dan ada yang dipadamkan oleh masyarakat dan tim. 

Kapolres mengungkapkan bahwa api dapat padam dengan sendirinya apabila kondisi tanah mengandung mineral. 

Meski demikian, AKBP Dewa mengatakan perlu dilakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta melakukan pemadaman. 

Kapolres mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab saat ini memasuki musim kemarau panjang, karena dikhawatirkan akan menjalar ke sekitarnya. 

Terkait lima titik tersebut, informasi yang didapatkan Kapolres masih terkait kondisi cuaca yang panas. Namun dia akan meminta Kapolsek terkait untuk menyelidiki apakah unsur kesengajaan atau bukan.

"Saya tetap meminta laporan dari Polsek terdekat untuk menyelidiki apakah ini membuka lahan, apa memang terbakar (suhu panas)," tandasnya.

Sementara itu Bupati Merangin, Mashuri menyampaikan bahwa perlunya dipastikan ketersediaan alat dan persiapan personil dalam mengantisipasi Karhutla. 

"Alhamdulillah, tiga tahun terakhir ini Kabupaten Merangin tidak begitu signifikan terjadi Karhutla. Masyarakat sudah sadar membuka lahan tidak dengan membakar," katanya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Simaklah berita-berita terbaru Tribunjambi.com melalui Google News 

Baca juga: Dua Pegawai Bank Jambi Tewas Kecelakaan di Tebo Ilir adalah Warga Merangin dan Bungo

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved