Siswi SMA di Palopo Dianiaya 10 Remaja Karena Cemburu, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Video sekelompok remaja putri menganiaya seorang siswi SMA di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.

Sumber: Tangkapan layar/Kompas.tv
Video sekelompok remaja putri menganiaya seorang siswi SMA di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Polisi menangkap dua pelaku. 

TRIBUNJAMBI.COM, PALOPO – Video seorang siswi SMA di Kota Palopo, Sulawesi Selatan dianiaya sekelompok remaja putri viral di media sosial.

Tak lama polisi berhasil menangkap dua pelaku dari 10 pelaku.

Seorang siswi SMAN 4 Palopo berinisial AA (17) menjadi korban perundungan oleh setidaknya 10 remaja perempuan.

Menurut korban, penganiayaan itu terjadi pada Selasa (5/4/22), di Kecamatan Telluwanua, Palopo.

Akibat kejadian tersebut, dua polisi telah menangkap dua pelaku, yakni AF (17) tahun dan IN (17).

Plt Kasi Humas Porles Palopo Iptu Patobun mengatakan, kedua pelaku ditangkap di dua lokasi yang berbeda.

“AF diciduk saat melintas di Jalan We Cudai, sementara IN diamankan di rumahnya, Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo,” terangnya seperti dilansir dari TribunTimur.com, Rabu (6/4/22) sore.

Patobun menambahkan, berdasarkan hasil interogasi, kedua pelaku pun mengakui perbuatannya.

“Pelaku AF mengakui menganiaya korban dengan cara menampar wajah korban dan menendang muka dan seluruh badan korban,” ujar Patobun.

“Sedangkan pelaku IN mengakui mendorong badan korban,” katanya.

Baca juga: Satu Keluarga di Deliserdang Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbuih

Saat ini, polisi masih mengejar pelaku lainnya.

Perundungan dan penganiayaan itu didasari oleh perasaan cemburu karena kekasih salah satu pelaku menyukai korban.

Bahkan, kekasih pelaku kerap menghubungi korban melalui pesan pada aplikasi media sosial Facebook.

Patobun menjelaskan kronologis kejadian penganiayaan tersebut. Menurutnya, sebelum dianiaya, korban mengaku dimintai tolong oleh pelaku untuk mengantarnya.

Pelaku mengarahkan ke sebuah rumah kosong, di Kelurahan Pepabri, Kecamatan Telluwanua.

Setibanya di lokasi tersebut, korban langsung dianiaya, sehingga mengalami sejumlah luka lebam di bagian wajah serta nyeri di bagian kepala akibat pukulan dan tendangan.

Baca juga: Kasus Pencabulan hingga Penganiayaan Terjadi di Ponpes, Ketua Komisi lV DPRD Jambi Angkat Bicara

Hal itu pun dilaporkan kepada keluarganya, kemudian keluarga korban melapor ke polisi.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved