AS Roma

Pelatih AS Roma Jose Mourinho Sebut Dirinya Binatang Kompetisi: Saya Masih Ingin Menang

Seperti dilansir L’Osservatore Romano, Jose Mourinho membahas pengalaman dan kenangannya dalam sepak bola dengan Kardinal José Tolentino de Mendonça.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
IG @josemourinho
Jose Mourinho di AS Roma 

TRIBUNJAMBI.COM - Bos AS Roma, Jose Mourinho menyoroti betapa banyak bakat yang terbuang menyakitinya sepanjang kariernya sebagai pelatih.

Pelatih asal Portugal itu menjalani musim pertama yang bagus di ibu kota Italia bersama Giallorossi.

Kini mereka berada di posisi yang bagus dalam perlombaan untuk mengamankan kualifikasi Eropa musim ini.

Timnya telah memenangkan empat dari lima pertandingan liga terakhir mereka, termasuk Derby della Capitale melawan rival Lazio dengan skor telak 3-0.

Seperti dilansir L’Osservatore Romano, Jose Mourinho membahas pengalaman dan kenangannya dalam sepak bola dengan Kardinal José Tolentino de Mendonca.

“Kami dibayar untuk menang. Atlet, bukan pria, dibayar untuk menang," kata dia, dilansir dari Football Italia pada Rabu (6/4/2022).

"Kami berbicara tentang kinerja tinggi, dan kadang-kadang ada keputusan dalam manajemen tim yang memiliki sesuatu yang kejam tentang mereka."

"Tidak ada waktu untuk membiarkan mereka dewasa, untuk membiarkan mereka tumbuh.”

Dia menyoroti betapa mahalnya kesalahan dalam dunia sepak bola dan menyinggung rasa frustrasi yang disebabkan oleh bakat yang terbuang sia-sia.

“Anda membayar untuk kesalahan. Jika saya melakukan kesalahan, saya membayarnya dengan dipecat. Jika seorang pemain melakukan kesalahan, dia membayarnya dengan tidak bermain menggantikan pemain lain."

"Ada sesuatu yang kejam tentang itu, tetapi kita tidak bisa membiarkan sifat pekerjaan kita tumpang tindih dengan siapa kita sebagai manusia."

 

Baca juga: Cek Prediksi Bodo/Glimt vs AS Roma, H2H dalam Dendam Giallorossi yang Belum Terbalaskan

Baca juga: Penyerang AS Roma Tammy Abraham Jadi Incaran klub Liga Inggris, Mending Gabung Arsenal

 

Dia menegaskan tentang pekerjaannya dan tidak bisa menerima pemborosan bakat.

“Saya sangat jelas tentang itu. Saya mencoba membantu orang lain dan diri saya sendiri untuk menjadi lebih baik."

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved