Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia Ukraina Sudah Berlangsung 1 Bulan, Belasan Ribu Orang Tewas, Jutaan Mengungsi

Selain korban tewas, perang juga telah mengguncang ekonomi global dan tatanan geopolitik.

Editor: Rahimin
Sumber: Dewan Kota Mariupol via Associated Press
Rekaman video yang dirilis Dewan Kota Mariupol ini memperlihatkan dampak kerusakan akibat serangan Rusia di Rumah Sakit Mariupol, Rabu (9/3/2022(. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang telah menjadi simbol perlawanan nasional mengatakan bahwa ribuan orang telah tewas, termasuk setidaknya 121 anak-anak Ukraina.

Ukraina mengatakan membunuh 14.000 tentara Rusia, dan menghancurkan ratusan tank, kendaraan lapis baja, artileri dan pesawat.

Bahkan penilaian konservatif AS memperkirakan setidaknya 7.000 orang Rusia tewas.

PBB mengatakanm lebih 3,6 juta orang Ukraina kini telah meninggalkan negara itu, dan 6,5 juta lainnya telah mengungsi.

Selain korban tewas, perang juga telah mengguncang ekonomi global dan tatanan geopolitik.

Sanksi ekonomi pada skala yang belum pernah ditempatkan pada ekonomi $ 1,5 triliun akan mengirim Rusia ke dalam resesi yang dalam tahun ini.

Bank Dunia memperingatkan negara itu sekarang dalam "wilayah default".

Joe Biden melakukan perjalanan ke Eropa pada hari Rabu dengan proposal sanksi baru, termasuk mempertimbangkan apakah Rusia dapat dikeluarkan dari blok negara-negara Kelompok 20 (G20).

Namun, Kremlin bersikeras perangnya akan direncanakan dan bahwa Rusia tidak akan berhenti berperang sampai mencapai tujuan strategisnya – termasuk memaksa Ukraina untuk menjadi “netral” dan “demiliterisasi”.

Sumber artikel Aljazeera

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Satu Bulan Perang Rusia-Ukraina: Belasan Ribu Orang Tewas, Jutaan Mengungsi dan Ekonomi Terguncang

Baca juga: China Kecam Upaya Amerika dan Barat Coret Rusia dari KTT G20 di Bali

Baca juga: Rusia Tak Ingin Kompromi, Serangan ke Ukraina akan Berlanjut Jika Tujuannya Tak Tercapai

Baca juga: 78 Pesawat Rusia Disita Barat, Moskow Tahan Ratusan Pesawat Milik Boeing dan Airbus

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved