Perang Rusia Ukraina

Perang Rusia Ukraina Sudah Berlangsung 1 Bulan, Belasan Ribu Orang Tewas, Jutaan Mengungsi

Selain korban tewas, perang juga telah mengguncang ekonomi global dan tatanan geopolitik.

Editor: Rahimin
Sumber: Dewan Kota Mariupol via Associated Press
Rekaman video yang dirilis Dewan Kota Mariupol ini memperlihatkan dampak kerusakan akibat serangan Rusia di Rumah Sakit Mariupol, Rabu (9/3/2022(. 

TRIBUNJAMBI.COM - Serangan Rusia ke Ukraina sudah berlangsung satu bulan.

Selama ini, perang menyebabkan ribuan orang tewas, jutaan pengungsi mengungsi dan kota-kota hancur.

Seperti dikutip dari Aljazeera, angkatan bersenjata Rusia disebut frustrasi oleh perlawanan sengit Ukraina.

Pada 24 Februari lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina.

Peristiwa ini menjadi serangan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Vladimir Putin menyiratkan kemungkinan eskalasi nuklir jika Barat campur tangan.

Setelah angkatan bersenjata Rusia tidak dapat menguasai Ukraina dengan serangan kilat pada minggu pertama perang, mereka mengalihkan strategi ke pemboman kota-kota dengan artileri, hingga serangan udara dan rudal.

Targetnya warga sipil termasuk rumah sakit, gereja, dan perumahan telah hancur.

Langkah ini membuat Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Putin sebagai "penjahat perang".

Apalagi, pasukan Rusia telah berulang kali menyerang ibu kota, Kyiv, tetapi gagal mengepung kota.

Kota Mariupol selatan yang terkepung telah terkena dampak paling parah, menjadi sasaran pemboman selama berminggu-minggu.

Dilaporkan, 2.300 orang tewas dan sebagian besar bangunan di kota hancur.

100.000 warga sipil tetap terperangkap di kota tanpa aliran air, listrik, atau pemanas, dan dengan persediaan makanan yang semakin menipis.

Hanya satu kota besar, Kherson, yang jatuh ke tangan Rusia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved