Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Manchester United

Bruno Fernandes Juga Dituding Jadi Penyebab Buruknya Performa Manchseter United

Buruknya kepemimpinan Harry Maguire di belakang hingga Bruno Fernandes yang dikabarkan mengacaukan taktik Ralf Rangnick hingga Manchester United buruk

Editor: Zulkipli
IG Bruno Fernandes
Bruno Fernandes Juga Dtuding kacaukan taktik pelatih Manchester United 

TRIBUNJAMBI.COM - Manchester United tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions setelah kalah agregat 1-2 dari Atletico Madrid.

Persoalan taktik, krisis kepemimpinan, dan penampilan individu, semuanya menjadi pertanyaan banyak pihak.

Mulai dari buruknya kepemimpinan Harry Maguire di belakang hingga Bruno Fernandes yang dikabarkan mengacaukan taktik Ralf Rangnick.

Sejak bergabung dengan The Red Devils pada bursa transfer Januari 2020 lalu, sang playmaker selalu menjadi pilihan utama Manchester United.

Hal tersebut tak bisa dilepaskan dari atribut Bruno Fernandes yang mampu menyuntikkan energi dan kualitas yang ia miliki ke lini tengah Setan Merah.

Hasilnya, eks pemain Udinese itu telah mencetak 49 gol dan 39 assist dalam 117 penampilan di semua kompetisi sejak bergabung dengan Setan Merah.

Akan tetapi, musim ini, Fernandes hanya mencetak 9 gol dari 37 penampilannya di semua kompetisi musim 2021-2022 dan tampil inkonsisten.

Baca juga: Pelatih Chelsea dan Sevilla Masuk Daftar Manchester United Jadi Pengganti Ralf Rangnick

Baca juga: Klasemen Liga Inggris - Liverpool dan Manchester City Saingan Perebutan Gelar Juara

Baca juga: Bisa Kehilangan Cristiano Ronaldo dan Edinson Cavani, Manchester United Targetkan Harry Kanr

Menurut laporan Independent seperti dilansir Tribunjambi.com dari BolaSport.com, Fernandes telah dituduh mengganggu permainan tim secara keseluruhan.

Pasalnya, Fernandes selalu mencari umpan ajaib dan ogah menggiring bola, serta  terkadang menolak untuk mengambil opsi sederhana.

Padahal, sebagai salah satu pemain top, Fernandes seharusnya tahu kapan harus beralih dari satu pendekatan ke pendekatan lainnya.

Namun, Fernandes tampaknya hanya memiliki satu mode.

Hal ini rupanya menyebabkan kekacauan terkait dengan permainan tim secara keseluruhan dan merusak skema taktik yang sudah diatur oleh Ralf Rangnick.

Selain itu, beberapa pemain di klub disebut menggambarkan dia sebagai pemain yang tidak bisa dilatih karena Fernandes tidak mengenali pendekatan taktikal yang berbeda untuk setiap permainan.

Hal ini ditambah dengan kegemarannya untuk selalu mencoba sesuatu hal berbeda, yang terkadang bisa membuat frustrasi para penggemar dan rekan satu timnya sendiri.

Baca juga: Manchester City Bisa Coba Transfer Kejutan, Datangkan Neymar dari PSG, Bersaing dengan Barcelona

Sumber : BolaSport

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved