Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

6 Titik Sungai di Sarolangun Tercemar, Kualiatas Air PDAM Dipertanyakan

Di tengah kekeruhan air Batang Tembesi Sarolangun, kualitas air dari Perumda Air Minum Tirta Sako Betuah dipertanyakan kelayakannya.

Tayang:
Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/rifani halim
Sungai Batang Tembesi tingkat kekeruhan di ambang batas alat ukur perumda 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Di tengah kekeruhan air Batang Tembesi Sarolangun, kualitas air dari Perumda Air Minum Tirta Sako Betuah dipertanyakan kelayakan jika hendak masyarakat konsumsi.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Sako Betuah Sarolangun Sargawi menyebutkan, kelayakan air tergantung dari pengelolaan, hingga menjadi layak untuk dikonsumsi. Sedangkan untuk diminum langsung tidak rekomendasikan, sebab air harus dimasak terlebih dahulu.

"Kalau diminum langsung juga tidak jamin, artinya kalau layak dikonsumsi tidak hanya layak untuk diminum saja, bisa dipakai untuk mencuci dan mandi," ujarnya, Minggu (13/3/2022).

Dia menjelaskan, mengenai air yang terkontaminasi tidak bisa diterima dengan data yang kongkrit, menganalisis air dan memutuskan air Perumda air minum Tirta Sako Betuah tidak gampang.

"Harus melalui proses dan kajian yang mendalam. Jadi kita harus hati-hati juga menyampaikan hal ini," ungkapnya.

Sementara itu, dinas lingkungan hidup Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu mengungkapkan. Enam titik aliran sungai dengan hasil keseluruhan tercemar, hal itu ketahui Dinas Lingkungan Hidup setelah melakukan pemantauan dan pengambilan sampel.

Baca juga: DPRD Dukung Gubernur Jambi Bahas Perda Sungai Batanghari Bersih

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Sarolangun, Eva Riyanti menyebutkan, keenam titik sungai itu pertama di Sungai Tembesi hulu Desa Dusun Dalam.

"Sungai Batang Tembesi hilir Desa Muaro Ketalo, Sungai Batang Asai hulu Pakan Gedang, Sungai Batang Asai hilir Lubuk Resam, Sungai Batang Limun hulu Panca Karya dan Sungai Air Hitam," ungkapnya, Rabu (23/2/2022).

Pencemaran aliran sungai, bisa jadi peningkatan aktivitas masyarakat termasuk maraknya aksi ilegal yang dilakukan. 

Dia menjelaskan, untuk Sungai Batang Asai hulu, Sungai Batang Tembesi hilir dan Sungai Air Hitam masuk dalam kategori tercemar ringan.  Sedangkan untuk Sungai Batang Asai hilir, Sungai Batang Tembesi hulu dan Sungai Limun hulu itu masuk dalam kategori tercemar sedang.

Baca juga: Tercemar Hingga Ditemukan Merkuri, Edi Purwanto: Kita Tidak Pernah Serius Urus Sungai Batanghari

Dengan kondisi air sungai tersebut, Eva mengaku kalau untuk dikonsumsi harus dilakukan pengelolaan seperti PDAM.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved