China Jadi Geram, AS Diduga Terlibat Pengembangan Senjata Biologis di Ukraina

China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menjelaskan detail terkait lab biologis yang didukung mereka di Ukraina, Selasa (8/3/2022).

Sergei Supinsky/AFP
Orang-orang terlihat di luar area tertutup di sekitar sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv Kamis (24 Februari 2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, BEIJING - Kementerian Luar Negeri China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menjelaskan detail terkait lab biologis yang didukung mereka di Ukraina, Selasa (8/3/2022).

Sebelumnya saat invasi berlangsung, Rusia menuduh AS terlibat dalam program pengembangan senjata biologis di Ukraina.

Letjen Igor Kirillov mengklaim tentara Rusia mendapatkan dokumen yang menyebut AS-Ukraina mengembangkan virus dan bakteri berbahaya. Kirillov pun menduga AS-Ukraina telah melanggar Konvensi Senjata Biologis.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menegaskan bahwa semua pihak harus memastikan keamanan lab biologis di Ukraina.

“Khususnya, Amerika Serikat, sebagai pihak yang paling tahu mengenai laboratorium itu, harus merilis informasi spesifik yang relevan secepat mungkin, termasuk virus apa yang disimpan dan riset apa yang telah dilakukan,” ujar Zhao dikutip Xinhua.

Zhao Lijian juga menuduh aktivitas “biologis-militer” AS di Ukraina hanyalah “puncak gunung es”. Ia mengklaim Kementerian Pertahanan AS mengontrol 336 lab biologis di 30 negara.

“Apakah tujuan sebenarnya dari Amerika Serikat? Apakah yang telah mereka perbuat? Hal-hal ini selalu menjadi sumber kekhawatiran bagi komunitas internasional,” ujar Zhao

Baca juga: China Ikut Turun Tangan Bahas Perang Ukraina-Rusia

Ia juga mengklaim AS selama 20 tahun belakangan melarang protokol verifikasi Konvensi Senjata Biologis di laboratorium yang didukung.

“Sekali lagi kami mendorong AS untuk mengklarifikasi sepenuhnya aktivitas biologis militer mereka di dalam dan luar negeri, dan menerima verifikasi multilateral,” ujar Zhao.

Beijing menyatakan mendukung teori Moskow bahwa kemungkinan ada aktivitas biologis militer yang disponsori AS di Ukraina. Namun, Barat menuduhnya semata hanyalah disinformasi Rusia.

Sebagaimana diwartakan Newsweek, isu lab militer AS di Ukraina telah diembuskan pihak Rusia sejak 2018.

Ukraina dan AS sendiri pernah membantah isu tersebut. Pada 2020 lalu, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyebut adanya lab biologis militer AS di Ukraina adalah disinformasi dan meminta semua pihak berhenti menyebarkan isunya.

Baca juga: Anak 11 Tahun Ini Mengungsi Sendirian dari Ukraina ke Slovakia, Alasan Ibunya Buat Haru

Andy Weber, salah satu direktur organisasi Arms Control Association, menyebut disinformasi Rusia menargetkan program kerja sama antara Kementerian Pertahanan AS dengan Kementerian Kesehatan Ukraina yang telah berlangsung sejak 2005.

Menurut rilis Kedutaan Besar AS di Ukraina, program bertajuk Program Reduksi Ancaman Biologis (BTRP) itu bekerja sama dengan negara mitra untuk menangkal ancaman wabah penyakit berbahaya.

AS menyebut program BTRP antara lain adalah pengembangan kultur manajemen risiko biologis, kemitraan riset internasional, serta meningkatkan kapasitas negara mitra untuk mengambil tindakan bio-sekuritas, keselamatan biologis, dan bio-surveilans.

“Program BTRP Kementerian Pertahanan AS memberikan dukungan teknis kepada Kementerian Kesehatan Ukraina sejak 2005 untuk meningkatkan laboratorium kesehatan masyarakat yang misinya sejalan dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS,” kata Weber kepada PolitiFact via Newsweek.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved