Berita Sarolangun

Calon Kepala Desa Menang di PTUN Lawan Pemkab Sarolangun, Gugatannya Masalah Ini

Gugatan tersebut, perihal keberatan atas diterbitkannya dan dikeluarkannya keputusan bupati tentang pelantikan Kepala Desa Bukit Tigo

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rahimin
kompas.com
Ilustrasi palu hakim 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Calon Kepala Desa Bukit Tigo Kecamatan Singkut Mahmud Kalfin, memenangkan gugatan terhadap SK Bupati Sarolangun Cek Endra dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sarolangun di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Gugatan tersebut, perihal keberatan atas diterbitkannya dan dikeluarkannya keputusan bupati tentang pelantikan Kepala Desa Bukit Tigo dalam pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Sarolangun Tahun 2021.

PTUN dalam putusannya, mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya menyatakan batal keputusan Bupati Sarolangun tentang penetapan pemberhentian pejabat kepala desa dan pengangkatan kepala desa terpilih pada Pilkades Serentak Gelombang III Dalam Kabupaten Sarolangun 2021, tertanggal 27 Juli 2021, Nomor Urut 1 atas nama Hendra, kepala Desa Bukit Tigo, mewajibkan tergugat untuk mencabut keputusan bupati Sarolangun tentang penetapan pemberhentian pejabat jepala desa nomor urut 1 atas nama Hendra, Kepala Desa Bukit Tigo, Kecamatan Singkut.

Mewajibkan tergugat untuk melakukan pemungutan suara ulang di TPS yang bermasalah yakni di TPS 02 Dusun I Kayu Rimbun, TPS 04 Dusun Kampung Mesjid dan TPS 05 Dusun Suka Damai.

Mahmud Kalfin saat ditemui mengatakan, hal menjadi sengeketa ialah tidak adanya proses DPS yang tidak di sosialisasikan. Anggota kpps menyalah gunakan undangan, sengaja menghilangkan hak suara warga.

"Lalu ada warga yang hendak memilih namanya sudah di coblos orang lain, kenapa ini bisa terjadi, karena begitu bebasnya. Tidak ada kroscek dari panitia ketika pemilihan," ujarnya, Jumat (4/3/2022).

Lanjutnya, daftar hadir pilkades pun tidak dibuat oleh KPPS, hal tersebut terbukti dalam fakta persidangan, saat itu ketika hakim meminta kepada panitia untuk menunjukkan daftar hadir.

Sementara itu, Kepala Sinas PMD  Sarolangun Mulyadi saat dikonfirmasi Tribun melalui telepon mengatakan, pihaknya mengajukan banding atas putusan itu.

"Belum ada putusannya atas pengajuan banding yang dari PTUN Medan, jadwalnya sesuai dengan yang dikeluarkan oleh PTUN Jambi kemarin," ujarnya.

Lanjutnya, dalam keputusan PTUN untuk melakukan pemilihan kades ulang dalam tiga TPS. Hal itu yang Pemkab Sarolangun ajukan banding.

"Misalnya putusan sudah kelar baru akan kita tindak lanjuti, untuk saat ini belum ada," pungkasnya.

Baca juga: Banyak Kades Pecat Perangkat Desa Usai Pilkades Serentak, Ini Kata Bupati Batanghari

Baca juga: Pilkades Serentak di Sarolangun Digelar Pertengahan Tahun 2022

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved