UMKM Jambi

Kisah Zaitun Bertahan Saat Pandemi, Harga Migor Mahal Hingga Dapat Penghargaan Menteri

Zaitun juga menceritakan awal , sebelum Pandemi Covid-19 mempunyai 16 orang karyawan untuk membantu produksi

Penulis: Rahimin | Editor: Rahimin
tribunjambi/rahimin
Zaitun, pemilik UMKM Rempeyek Ilham dan reporter Tribunjambi.com. 

TRIBUNJAMBI.COM - Siang itu, Jumat (25/2/2022) Tribunjambi.com mendatangi  home industri yang berlokasi di lorong Teladan Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Tiba di satu rumah warna hijau yang menjadi tempat usaha, Tribunjambi.com disambut Zaitun, pemilik UMKM Rempeyek Ilham.

Dengan ramah, Zaitun menyuruh kami masuk dan melihat langsung karyawan-karyawannya sedang mengepak rempeyek atau peyek hasil usahanya.

Zaitun juga mengajak kami ke dapur rumah untuk melihat langsung karyawannya menggoreng peyek, memotong tempe ataupun meracik bumbu untuk tempe.  

Untuk diketahui, awal pandemi Covid-19 muncul pada 2020 UMKM ini tetap bertahan.  

Di awal obrolan, Zaitun juga menceritakan awal , sebelum Pandemi Covid-19 mempunyai 16 orang karyawan untuk membantu produksi. Pada 2020 lalu, dia mempunyai karyawan sebanyak 21 orang. 

Bukannya berkurang, ketika pandemi Covid-19 masuk tahun kedua, pada 2021, UMKM miliknya sudah mempunyai 27 orang tenaga kerja. Sebab, produksi UMKM Rempeyek Ilham terus bertambah, karena banyaknnya pesanan atau permintaan pasar.

Seluruh karyawan di Rempeyek Ilham ini mempunyai BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Pandemi Covid-19 seakan tidak terasa bagi UMKM ini. Produksi terus bertambah karena permintaan semakin meningkat.

Bahkan, dengan kegigihannya berusaha di saat pandemic, Rempeyk Ilham sebagai pemenang terbaik pertama yang beraktivitas di Kota Jambi untuk penilaian kualitas dan produktivitas tingkat provinsi Jambi 2020 kategori Usaha Kecil dari Gubernur Jambi akhir November 2020.

Selain itu, mendapat Piagam Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia 18 November 2021 yakni penganugerahan produktivitas 2021 dengan kualifikasi Pemimpin Baru.

Pada 2022 ini, kata Zaitun, semua usaha yang berkaitan dengan tempe ataupun minyak goreng, semua merasakan dampaknya. Termasuk usaha miliknya.

Zaitun memutar otak untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng. Dia mengurangi jam kerja karyawannya 1 jam, agar bisa digunakan karyawannya mencari minyak goreng.

Saat pandemi Covid-19 masih melanda ini, Rempeyek Ilham tetap survive.

Ketika harga kedelai naik, tempe sulit dicari, UMKM ini tetap bisa mendapatkan tempe.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved