BKSDA Jambi Temukan Buaya Muara 5 Meter di Teluk Dawan Tanjab Timur
Di Provinsi Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat banyak memiliki habitat buaya termasuk di Kelurahan Teluk Dawan.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi mencatat, di Provinsi Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat banyak memiliki habitat buaya termasuk di Kelurahan Teluk Dawan.
Perwakilan KSDA Provinsi Jambi, Sartono mengatakan, secara umumnya di Provinsi Jambi sendiri buaya bisa dijumpai di aliran sungai. Hanya saja memang ada beberapa daerah atau wilayah yang memeng terkenal atau menonjol akan keberadaan buaya.
Baik itu karena ke eksistensinya, ataupun terkenal akan konfliknya dengan manusia. Di Kabupaten Tajabbar dan Tanjabtim memiliki beberapa tempat yang terkenal akan sarang buaya.
Namun di Tanjab Timur sendiri lebih sering terdengar, baik itu dari keeksistensian (kerap menampakkan diri) ataupun konfliknya dengan manusia. Seperti beberapa kasus yang pernah tercatat serangan buaya terhadap manusia di Teluk Dawan.
Mulai dari tahun 2008 lalu, hingga kasus teranyar di awal tahun 2021 dan penghujung tahun 2021. Masing-masing terjadi di tempat yang berbeda namun masih satu aliran sungai, yakni Teluk Dawan, Desa Catur Rahayu dan Sabak Timur.
Selain di Teluk Dawan sendiri, ada lagi satu tempat yang memang terkenal sebagai rumahnya buaya dengan ukuran super yakni di Kawasan Simpang Datuk, Kecamatan Sadu, kawasan paling ujung dan perbatasan dengan hutan TNBDS yang menjadi habitat bagi hewan predator tersebut.
"Di Tanjabtim sendiri ada dua jenis buaya, yakni buaya muara dan buaya senyulong. Dimana yang kerap berkonflik dengan manusia itu jenis buaya muara karena lebih ganas," ujarnya.
Baca juga: Mengenal Kelurahan Teluk Dawan di Tanjab Timur, Terkenal Sebagai Habitat Buaya Muara
Diakuinya, di Tanjabtim sendiri rekor buaya terbesar yang pernah ditangani pihaknya atau dievakuasi panjangnya nyaris mencapai 5 meter.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, untuk dapat berhati-hati saat ini ketika berada di aliran sungai karena sifat binatang buas tidak dapat ditebak dan cenderung agresif. Jika bertemu atau berpapasan dengan hewan buas agar lebih baik menghindar atau menjauh guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan. (usn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/warga-desa-sidomukti-kecamatan-dendang-tanjabtim-dihebohkan-dengan-kemunculan-dua-ekor-buaya.jpg)