Editorial

Nyanyian Sumbang Penundaan Pemilu

Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) suaranya beberapa hari belakangan sangat santer.

Editor: Deddy Rachmawan
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. 

Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) suaranya beberapa hari belakangan sangat santer. Ia melempar wacana agar pemilu ditunda. Tak selang beberapa lama, penundaan pemilu --lagu yang terdengar sumbang bagi banyak kalangan itu-- kembali dinyanyikan. Kali ini oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Keduanya segendang sepenarian. Setali tiga uang. Airlangga mengusulkan perpanjangan masa jabatan Presiden hingga tahun 2027.

Airlangga sendiri duduk sebagai pembantu Presiden Joko Widodo di kabinet sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Teranyar, nyanyian itu juga dinyanyikan Zulkifli Hasan. Seperti dikutip dari kontan.co.id, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga  menyuarakan agar Pemilu 2024 diundur. Zulkifli Hasan menyebut setidaknya ada lima alasan mengapa partainya mengusulkan penudaan tersebut.

PKB juga Partai Golkar adalah partai koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin. Demikian juga PAN yang bergabung belakangan.

Tapi, tidak semua partai pengusung Jokowi-Ma’ruf setuju usulan perpanjangan masa jabatan presiden tersebut. PDIP misalnya. Partai ini menolak untuk memberi ruang adanya penundaan pemilu.

Penundaan pemilu, memperpanjang masa jabatan presiden bukanlah perkara remeh temeh. Konstitusi sudah mengaturnya. Maka, tidak bisa serta merta pemilu ditunda tanpa ada payung hukum.

Belum lagi, baru-baru ini pemerintah dan DPR menyepakati jadwal pemilu.

Dan kini, pihak terkait sudah mulai ancang-ancang lantaraan tahapannya akan dimulai pada Juni tahun ini.

Baca juga: Cak Imin Minta Pemilu Ditunda Dikritik, Partai Nasdem Sebut Tak Sesuai UUD 1945

Baca juga: Politisi PDI-P Tak Setuju Usulan Muhaimin Iskandar Agar Pemilu 2024 Ditunda

Dunia, terlebih dengan invasi Rusia ke Ukraina memang sedang tidak baik-baik. Demikian Indonesia. Pandemi yang membekap, ekonomi yang belum begitu membaik kian memperburuk kondisi.

Kita tak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Terlebih dengan kondisi oposisi yang kalah dominan dibanding partai pendukung pemerintah.

Baca juga: Hasil Survei, Muhaimin Iskandar dan Airlangga Tak Masuk Dalam Pilihan Calon Presiden

Jangan sampai, wacana penundaan pemilu yang justru membuat kondisi politik juga ekonomi tidak stabil.

Sebagaimana alasan, para pengusul penundaan pemilu yang salah satunya kondisi ekonomi yang belum stabil. Dan begitulah, kekuasaan itu seperti candu! (*)

Baca juga: Zulkifli Hasan lantik DPD PAN se-Provinsi Jambi, Kecuali Tanjab Timur

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved