Perang Rusia Ukraina

Ini Dampaknya Bagi Indonesia Akibat Serangan Rusia ke Ukraina

Menurut Teuku Faizasyah, serangan militer Rusia ke Ukraina akan berdampak terhadap Indonesia

Editor: Rahimin
Sergei Supinsky/AFP
Orang-orang terlihat di luar area tertutup di sekitar sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv Kamis (24 Februari 2022). Serangan terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada hari Kamis dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan "invasi skala penuh" sedang berlangsung. (Foto oleh Sergei Supinsky/AFP) 

TRIBUNJAMBI.COM - Rusia sudah melancakan serangan militer ke Ukraina.

Indonesia juga terkena dampak akibat serangan Rusia ke Ukraina tersebut.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

Menurut Teuku Faizasyah, serangan militer Rusia ke Ukraina akan berdampak terhadap Indonesia, terutama dari sektor perdagangan dengan kedua negara.

"Pengaruhnya tidak hanya dirasakan di kawasan tersebut, di Eropa, tetapi juga di kawasan lain. Kita akan terdampak dalam konteks aliran perdagangan," ujarnya dalam press briefing yang dilakukan secara daring, Kamis (24/2/2022).

Teuku Faizasyah bilang, perang antara Rusia dan Ukraina bakal berdampak pada aliran pergerakan manusia di Ukraina dan sekittarnya.

Dikatakan Teuku Faizasyah, Indonesia memiliki hubungan kedekatan baik dengan Ukraina dan Rusia.

Kedekatan itu terbentuk baik kaitannya dengan hubungan perdagangan hingga investasi.

Di beberapa kesempatan Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan agar negara-negara di dunia tak menambah persoalan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Sebab, perang antara Rusia dan Ukraina bakal mempersulit proses pemulihan baik dari sisi kesehatan maupun pertumbuhan ekonomi akibat Covid-19.

"Dari statement Presiden dan Ibu Menlu bisa dimaknai bahwa konflik yang terjadi di sana bila terus mengalami eskalasi akan memberi dampak langsung dan tidak langsung bagi kepentingan Indonesia di kawasan Eropa dan global. Selain itu juga akan menimbulkan tekanan baru untuk pulih dari tantangan ekonomi," Teuku Faizasyah menjelaskan.

Diketahui, kondisi terkini di Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia baru saja mengumumkan telah menghancurkan pangkalan udara militer Ukraina.

Dari keterangan yang dikutip Kompas.com dari kantor berita AFP, Kemenhan Rusia menyebutkan, sistem pertahanan udara Ukraina sudah dilumpuhkan.

Serangan terjadi beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina.

Teuku Faizasyah bilang, Indonesia akan terus mendorong Rusia dan Ukraina untuk menggunakan cara-cara damai dalam menyelesaikan konflik.

Selain melakukan kontak langsung dengan Rusia, Indonesia juga menyampaikan pendapat kepada negara sahabat.

"Hingga sekarang Indonesia tidak berhenti berupaya untuk memberikan keyakinan bagi pihak-ppihak yang berkonflik bahwa jalur perdamaian saat ini adalah yang terbaik. Sehingga harapannya negara-negara tersebut bisa menghindari eskalasi dan bisa kembali ke meja perundingan," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Ini Alasan Vladimir Putin Kenapa Lakukan Serangan Militer ke Ukraina

Baca juga: Kecam Invasi Militer Rusia ke Ukraina, Sekjen PBB Mohon Agar Putin Hentikan Perang

Baca juga: Hadapi Invasi Rusia, Presiden Ukraina Minta Warga Bela Negara dan Siap Berikan Senjata

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved