Launching Tribun Bengkulu.com,  Wamenparekraf Bangun Resiliensi Sektor Pariwisata yang Berkelanjutan

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan industri pariwisata sangat terpukul

Editor: Fifi Suryani
(IST/Pemrov)
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyambut baik kedatangan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Direktur Komersial Tribun Network Hadrianus Tjiptyantoro dan tim, Selasa (15/2/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan industri pariwisata sangat terpukul akibat terjadinya pandemi Covid-19.Menurutnya, pandemi Covid-19 menjadi sebuah pengingat bahwa industri pariwisata begitu rentan.

"Karenanya pembangunan pariwisata ke depannya perlu memastikan resiliensi sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas," kata Angela dalam talkshow nasional Tribun Network dengan tema Mendorong Percepatan Tol Bengkulu, Tingkatkan Investasi dan Pariwisata, Kamis (24/2/2022).

Angela meyakini kegiatan ini dapat menguatkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan pariwisata di seluruh pelosok negeri terutama di Provinsi Bengkulu.

Anak Ketum Partai Perindo ini menekankan tidak hanya badai Covid-19 yang perlu diwaspadai tetapi juga berbagai bencana lainnya.

"Bencana seperti gempa, longsor tsunami dan sebagainya membuat kita belajar bahwa sektor pariwisata paling pertama tiarap," tukasnya.

Angela meminta pemerintah daerah memperhatikan pencegahan dan perlindungan pembangunan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas (3A) dari potensi bencana.

"Hal ini agar risiko bisa ditekan sehingga investasi bisa berkelanjutan," imbuh Angela.

Wamenparekraf menekankan pentingnya menyusun strategi pengembangan pariwisata.

Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas ekosistem pariwisata yang mencakup destinasi wisata, SDM, tata kelola serta manajemen, pengembangan wisata berbasis ekonomi kreatif, kearifan lokal, dan UMKM serta pengembangan ekosistem pariwisata digital.

Angela mengatakan Kemenparekraf optimistis bisnis pariwisata akan bangkit dan memulihkan perekonomian.“Guna menangkal penyebaran Covid-19, pelaku pariwisata diwajibkan mendapatkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability),” imbuhnya. 
Peluncuran TribunBengkulu.com

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved