Berita Jambi

Bapak Ibu Guru, Ini Cara Meningkatkan Minat Baca Siswa di Sekolah

Berita Jambi-Salah satu penyebabnya ditengarai karena rendahnya budaya baca siswa di Indonesia

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Ilustrasi. Siswa sedang belajar di kelas 

Penulis yang juga Fasilitator Daerah Program PINTAR Tanoto Foundation di Kabupaten Tebo terus mendorong sekolah-sekolah lainnya untuk terus mengembangkan pendidikan dan pembelajaran agar learning loss di masa pandemi bisa teratasi. 

Libatkan warga sekolah untuk menggerakkan dan mengatasi kendala program literasi

Gerakan literasi sekolah merupakan gerakan yang memerlukan dukungan dan sinergi warga sekolah. Salah satu upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca 15 menit sebelum proses pembelajaran dimulai. Kegiatan membaca ini tentunya tidak hanya dilakukan oleh siswa namun juga dilakukan oleh guru.

Lebih lanjut kepala sekolah mengungkapkan bahwa di awal program memang ada kendala. Kendalanya karena kurang terbiasa jadi agak sulit mengajak siswa untuk membaca. Penghambat kegiatan literasi berikutnya yaitu kurang tersedianya buku-buku yang menarik  sesuai dengan usia anak tingkat sekolah menengah. 

Sekolah mencoba memfasilitasi dengan membuat pojok baca di setiap kelas, melengkapi isi perpustakaan dan membuat taman baca. 

Untuk mendukung kegiatan literasi di sekolah, sebagian buku-buku bacaan yang ada di perpustakaan kami letakkan ke dalam kelas untuk disimpan pada pojok baca. Kemudian siswa juga diwajibkan membawa buku. Buku ini di rolling per kelas sehingga buku bacaan tidak monoton. Selain itu, ada juga kontribusi alumni dengan memberikan sumbangan buku untuk menambah koleksi bacaan. Bahkan ada juga guru yang meminjamkan buku dari koleksi pribadi.

Berkat dukungan semua warga sekolah program ini bisa berjalan dengan lancar. Bahkan saat ini setiap guru memiliki catatan dan buku kontrol mengenai apa yang dibaca siswa, sehingga guru terlibat langsung dan antusias dalam kegiatan literasi.

 “Saya menyambut positif kegiatan ini. Program literasi membuat siswa menjadi termotivasi untuk membaca”, ungkap Ibu Seri Rosana Puji Astuti, S.Pd.I salah seorang guru. 

Di kalangan siswa juga ada gerakan yang mereka lakukan untuk menjaga pojok baca yang sudah dibuat. Seperti yang diungkapkan Rinaldo Ferdean salah seorang siswa, “Kami membuat jadwal piket khusus untuk membersihkan pojok baca setiap hari, menyapu karpetnya dan merapikan buku-buku. Selain itu, setelah membaca kami berupaya meletakkan kembali buku pada tempatnya”.

Solusi meningkatkan minat baca

Maulida Khilmaya, salah seorang siswi SMP Negeri 2 Kabupaten Tebo mengungkapkan perasaan senang dengan adanya gerakan literasi ini. “Adanya gerakan literasi di sekolah ditunjang dengan adanya pojok baca di dalam kelas membuat minat baca saya meningkat,” imbuhnya.

Ibu Andwi Putri Rezki, salah satu fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation menambahkan bahwa gerakan literasi adalah solusi untuk meningkatkan minat baca bagi siswa.

Melalui gerakan literasi bisa menjadi sarana mengenal, memahami dan memperdalam ilmu bagi siswa. Dengan membaca wawasan dan pengetahuan siswa akan semakin luas, gagasan akan semakin tajam dan kreatifitas akan semakin meningkat. 

“Harapan saya dan harapan kita bersama kegiatan literasi ini membudaya di kalangan guru dan siswa. Dengan adanya program literasi anak-anak menjadi termotivasi untuk membaca”, tambah kepala sekolah di akhir perbincangan. *)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved