Berita Jambi

Bapak Ibu Guru, Ini Cara Meningkatkan Minat Baca Siswa di Sekolah

Berita Jambi-Salah satu penyebabnya ditengarai karena rendahnya budaya baca siswa di Indonesia

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Ilustrasi. Siswa sedang belajar di kelas 

TRIBUNJAMBI.COM - Kecakapan literasi saat ini menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2019, Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi.

Salah satu penyebabnya ditengarai karena rendahnya budaya baca siswa di Indonesia.

Menindaklanjuti hasil survei tersebut, SMP Negeri 2 Kabupaten Tebo Jambi mencoba berbenah. 

Untuk menumbuhkan kecintaan siswa dalam membaca, SMP Negeri 2 Kabupaten Tebo menggagas gerakan literasi sekolah yang sudah dicanangkan sejak tahun 2019 yang lalu. 

Gerakan literasi sekolah merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat untuk membaca dan menulis agar seluruh warga sekolah memiliki minat baca yang baik. Konteks literasi yang dilakukan di SMP Negeri 2 Kabupaten Tebo tidak hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisa suatu bacaan dan memahami konsep di balik tulisan itu. 

“Program literasi ini kami gagas melihat minat baca siswa yang kurang. Sehingga dengan adanya program literasi, minat baca siswa akan membudaya sehingga jendela dunia akan terbuka,” ujar Bapak Wahyudi Dwi Muljono, S.Pd. selaku kepala sekolah, Rabu, (23/2).

Membuat Jadwal

Sebagai sekolah mitra Program PINTAR Tanoto Foundation, Kepala SMP Negeri 2 Kabupaten Tebo mengatakan bahwa ada beberapa kiat dalam melaksanakan program literasi ini, diantaranya menyusun jadwal dengan mengalokasikan waktu lima belas menit untuk membaca sebelum memasuki jam pelajaran pertama setiap hari Selasa, Rabu dan Sabtu. 

Kemudian dilanjutkan setiap bulan ada kegiatan literasi bersama di taman baca.

“Dalam kegiatan literasi bersama ini, siswa yang mau berpartisipasi akan meyampaikan apa yang dibacanya di depan umum. Tidak sampai disitu, setiap akhir semester kami juga mengadakan perlombaan literasi,” ujarnya bersemangat.

Learning Loss di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia sejak tahun 2020 berpengaruh besar terhadap kegiatan literasi di dunia pendidikan. Hal itu juga berdampak pada kegiatan literasi di SMP Negeri 2 Kabupaten Tebo.

“Program yang sudah dirancang dengan baik, akhirnya tidak berjalan seiring terjadinya pandemi. Namun sejak diberlakukan PTM terbatas dan sekarang sudah mulai PTM 100% kami kembali menggerakkan program ini agar kemampuan literasi siswa tidak mengalami penurunan” ujar kepala sekolah ini sambil tersenyum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved