Kasus PETI Memanas

Polda Jambi Bantah Warga Sandera 10 Anggota Polisi di Sungai Manau Kabupaten Merangin

Beredar informasi soal adanya penyanderaan anggota polisi yang sedang lakukan razia penambangan emas tanpa izin di Kecamatan Sungai Manau, Merangin

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI/IST
Kapolda Jambi turun untuk menemui masyarakat yang melakukan pengadangan di Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beredar informasi soal adanya penyanderaan anggota polisi yang sedang lakukan razia penambangan emas tanpa izin di Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Informasi sebelumnya, setelah polisi mengamankan 15 orang yang bekerja di tambang emas ilegal, warga menyandera 10 anggota Polri yang bertugas di sana.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto menyebut tidak ada insiden penyanderaan terhadap personel kepolisian dalam operasi penertiban illegal mining di Sungai Manau.

"Tidak ada penyanderaan. Terjadi pengadangan oleh masyarakat saat hendak melakukan pengambilan barang bukti alat berat berupa ekskavator," jelas Mulia saat dikonfirmasi via WA, Jumat (18/2/2022).

Dari keterangan resminya, Mulia menyebutkan, awalnya tim gabungan satgas illegal drilling dan mining Ditreskrimsus Polda jambi menertibkan pelaku illegal mining yang berlokasi di Desa Sungaipinang, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Pada penertiban Jumat 18 Febuari 2022 pukul 03.00 dini hari tersebut, tim mengamankan 15 orang diduga pelaku illegal mining.

Saat itu para pelaku sedang lakukan penambangan emas secara illegal dan dibawa ke Polsek Sungai Manau untuk dimintai keterangan.

Namun saat tim kembali menuju ke lokasi untuk mengamakan barang bukti mendapat penghadangan dari beberapa warga masyarakat.

Menurutnya tidak ada penyanderaan terhadap anggotanya, yang ada hanya pengadangan.

Dikatakan Mulia, setelah melakukan negosiasi dengan warga dan akhirnya dicapai kesepakatan 15 orang yang telah diamankan dan dimintai keterangan dikembalikan kepada keluarga.

"Saat ini situasi sudah aman dan kondusif, tidak ada kekerasan atau insiden serta personel telah kembali ke Polres Merangin," jelasnya.

Senada juga dikatakan Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Christian Tori.

Dia menyebut saat ini kondisi di Sungaipinang sudah kondusif.

“Sudah aman. Saya sedang di Merangin” tutupnya.

Razia Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin dilakukan Reskrimsus Polda Jambi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada puluhan warga yang diduga terlibat dalam PETI diamankan polisi, Jumat (18/2/2022) dini hari.

Akibat penangkapan puluhan warga tersebut, warga setempat memberikan perlawanan kepada aparat.

Hingga siang tadi, Desa Sungai Pinang mencekam, ibu-ibu dikabarkan memblokir jalan masuk desa mereka.

"Kabarnya tadi ada tujuh mobil yang berisi polisi menangkap penambang, tapi tiga mobil yang bisa keluar sementara masih ada empat mobil yang masih di dalam," ungkap narasumber yang merupakan warga Sungai Pinang, Jumat (18/2/2022).

Baca juga: 15 Penambang PETI di Sungai Pinang Merangin Dibebaskan, Tukar dengan 10 Polisi yang Disadera Warga

Baca juga: Hendak Jual Emas Hasil PETI, Warga Tabir Ini Diamankan Satreskrim Polres Merangin

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved