Pelaku Percobaan Pemerkosaan di Kota Jambi Hanya Didenda Adat, Keluarga Korban Pilih Damai

Pria pelaku percobaan pemerkosaan siswi SMA di Kota Jambi, Jumat, (18/2/2022) akhirnya dijatuhkan sanksi adat.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
Tribun Lampung/Dody Kurniawan
Ilustrasi percobaan pemerkosaan. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Pria pelaku percobaan pemerkosaan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jambi, Jumat, (18/2/2022) akhirnya dijatuhkan sanksi adat, setelah dipertemukan dengan keluarga korban.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ubaidilah, selaku Ketua Lembaga Adat Melayu Kelurahan Rawasari.

"Dengan disaksikan tua tengganai dan ketua RT setempat, kedua belah pihak sepakat untuk diselesaikan secara sanksi adat," kata Ubaidilah, usai mendampingi proses mediasi antara keluarga korban dan pelaku, Jumat (18/2/2022) sore.

Proses mediasi tersebut dilakukan, setelah perwakilan keluarga pelaku dan keluarha korban dipertemukan di rumah ketua RT setempat.

Sebagi sanksi adat, pelaku yang diketahui telah memiliki satu istri dan dua anak tersebut, akan dibebankan untuk membeli satu ekor kambing, 20 tali kelapa (40 buah), dan 20 gantang beras (2 karung).

"Jadi pelaku tidak memberikan uang hanya memberi barang dan hewan untuk diserahkan ke warga untuk dikonsumsi bersama," jelasnya.

Ubaidilah mengungkapkan, penerapan sanksi denda adat tersebut, sudah berdasarkan MOU dengan pihak Kepolisian, dimana, jika suatu permasalahan, mulai dari perkelahian remaja dan kasus lainnya, untuk diselesaikan secara sanksi adat.

"Jika tidak ditemukan jalan keluar, atau tidak dapat diselesaikan dari ke dua belah pihak, baru akan dibawa ke ranah hukum," jelasnya.

Diketahui, seorang pelajas Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jambi, nyaris menjadi korban perkosaan oleh seorang lelaki beristri, Jumat (18/2/2022) sore.

Baca juga: Gagal Perkosa Siswi SMA, Pria Beristri di Jambi Sembunyi di Plafon Saat Dikepung Warga

Insiden tersebut menimpa Bunga (nama samaran) yang duduk di kelas 3 SMA.

Dari keterangan satu di antara warga, insiden tersebut berawal saat Bunga sedang tidur di rumah kontrakannya, di kawasan Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi.

Sementara, sepupu Bunga pelajar SMP yang tinggal serumah dengannya pergi ke sekolah.

Warga menduga, pelaku sudah merencanakan aksi tersebut, sejak pagi, sebelum sepupu korban berangkat ke sekolah.

"Pelaku sempat meminjam kunci ke sepupu dengan memaksa, dan karena sepupu korban mau pergi ke sekolah dikasih aja kuncinya ke pelaku," kata warga, saat ditemui di lokasi, Jumat (18/2/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved