Kasus Penggelapan Dana Santri Ponpes Al-Munawaroh Merangin: Sofwan Divonis 3 Bulan, JPU Pikir-pikir

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangko menjatuhkan vonis pada Sofwan tiga bulan atas kasus Penggelapan Dana Santri Ponpes Al-Munawaroh Merangin.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangko menjatuhkan vonis pada Sofwan tiga bulan atas kasus Penggelapan Dana Santri Ponpes Al-Munawaroh Merangin. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangko menjatuhkan vonis pada Sofwan, terdakwa kasus penggelapan dana tabungan santri di Pondok Pesantren Al-Munawaroh Merangin tiga bulan kurungan penjara, Jumat (18/2/2022).

Mantan pimpinan Pondok Pesantren Al-Munawaroh Merangin itu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan yang tertuang dalam Pasal 374 KUHPidana.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Hakim, Daniel Elisa S dan hakim anggota Deni Hendra serta Amir El Hafids disaksikan Jaksa Penuntut Umum yakni Rizal Purwanto dan Jalpahdi serta penasehat hukum, Ahmad Joni. 

Pada amar putusan itu, oleh hakim, Sofwan dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. 

"Menyatakan terdakwa Sofwan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana dalam dakwaan primer," sebut Hakim. 

Sehingga hakim memutuskan untuk menjatuhi hukuman pidana penjara kepada terdakwa, Sofwan kurungan penjara selama tiga bulan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama tiga bulan," ujarnya. 

Hakim juga menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan dari seluruh pidana penjara yang dijatuhkan. 

Barang bukti yang merupakan sitaan dikembalikan ke Yayasan Lailo Beruji Merangin

Sementara biaya perkara sebesar Rp 3 ribu dibebankan kepada terdakwa. 

Atas putusan majelis hakim yang dijatuhkan tersebut ditanggapi terdakwa dengan pikir pikir dahulu untuk menentukan sikap.

Sementara itu usai persidangan, Rizal Purwanto, selaku JPU dikonfirmasi mengatakan akan melakukan upaya banding.

"Setelah kita pikir, kita akan melakukan upaya hukum banding," katanya.

Upaya hukum berupa banding tersebut diberi waktu berpikir selama satu minggu kedepan usai putusan tersebut dibacakan.

Pada persidangan sebelumnya, JPU menuntut Sofwan 2 tahun pidana penjara sebagaimana tertuang dalam Pasal 374 KUHPidana. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved