Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Menderita dalam Kristus
Bacaan ayat: Filipi 1:29 (TB) Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia
Menderita dalam Kristus
Bacaan ayat: Filipi 1:29 (TB) Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia
Oleh Pdt Feri Nugroho
Iklan adalah berita pesanan yang mendorong atau membujuk khalayak ramai agar membeli barang atau jasa yang ditawarkan.
Dalam makna luas, iklan juga dapat dipahami sebagai tawaran terhadap segala sesuatu yang muaranya membuat banyak orang lain tertarik dan terlibat aktif mengikuti tawaran yang diberikan.
Biasanya, iklan berisi hal-hal baik yang menarik hati dan menguntungkan.
Paling tidak, orang akan tergoda untuk mengikuti atau sekedar menonton apa yang ditawarkan.
Jika itu iklan pekerjaan, maka ada janji akan diberikan gaji yang baik, promosi yang menarik dan berbagai fasilitas lain yang menguntungkan.
Jika tawaran iklan berupa barang, maka akan dibeberkan banyak informasi baik terkait dengan barang yang ditawarkan.
Hanya beberapa detik tayangan, iklan ternyata telah menarik minat banyak orang.
Kalimatnya sederhana namun mengena, seakan menghipnotis orang untuk mengikuti apa yang disarankan.
Sadarkah kita bahwa hal imanpun diiklankan?
Tawarannya tentu berkaitan dengan klaim kebenaran; mendapatkan sorga menjadi janji manis yang selalu menggema.
Hidup enak, sukses, bahagia, bebas dari kesulitan, selalu menjadi iklan yang menggemaskan untuk segera berbenah diri dan mengikuti kepercayaan yang ditawarkan.
Orang-orang yang hidup sejaman dengan Yesus datang berduyun-duyun mengikuti Dia.
Mujizat dan kepedulian-Nya kepada orang yang terabaikan menjadi iklan yang memikat banyak orang untuk mengikuti Dia.
Disela-sela hiruk pikuk orang ingin mendekat kepada-Nya, Yesus menyelipkan berita bahwa Anak Manusia akan menderita, sengsara, mati dan bangkit pada hari ketiga.
Dalam kesempatan lain, Ia menyatakan bahwa mereka yang mau mengikuti Dia harus menyangkal diri dan memikul salib, baru layak untuk mengikuti Dia.
Bukankah itu kalimat iklan yang buruk?
Masih adakah yang mau mengikuti Dia jika yang dinyatakan justru penderitaan yang akan dialami?
Pesan itulah yang ditangkap Paulus ketika ia menulis, 'Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia'.
Percaya kepada Kristus adalah kasih karunia Allah yang besar.
Ditebus dan diselamatkan, berarti dipulihkan untuk kembali pada maksud awal Allah menciptakan kehidupan yaitu hidup sesuai kehendak-Nya dalam kekekalan.
Ternyata kasih karunia tersebut berdampingan dengan penderitaan.
Para murid akan mengalami penderitaan yang tidak biasa.
Pada permulaan jemaat bertumbuh penderitaan karena penganiayaan menjadi fakta yang ada dan dibuktikan kebenarannya dalam sejarah.
Para murid menderita, bukan karena melakukan kejahatan, namun karena percaya dan berbuat kebenaran sesuai dengan kehendak Tuhan.
Jaminan keselamatan dalam Yesus, tentu menjadi iklan yang menarik untuk diberitakan.
Namun jangan lupa, bahwa penderitaan bisa menjadi sisi lain yang harus dihadapi sebagai konsekuensi percaya.
Penderitaan hari ini bisa jadi tidak sebrutal masa lalu, namun faktanya bisa saja sama.
Seseorang bisa saja menderita karena menyangkal diri: berbuat kasih meskipun telah disakiti, mengampuni meskipun rasa hati ingin membalas dendam, tidak jemu berbuat baik meskipun berkali-kali seakan dinilai bodoh oleh orang-orang sekitar.
Jika kita mengimani telah mendapatkan jaminan keselamatan dalam Yesus, perlihatkan tanda keselamatan tersebut dalam perbuatan kasih, meskipun dinilai bodoh oleh dunia.
Amin
Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08012021-renungan.jpg)