Pahami Teknis dan Risiko Operasi Plastik

dr. Pritha, Sp.BP-RE, menjelaskan bedah plastik merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada perbaikan jaringan tubuh dan kulit yang rusak.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
kawaiibeautyjapan.com
Ilustrasi operasi plastik. 

TRIBUNJAMBI.COM - dr. Pritha, Sp.BP-RE, menjelaskan bedah plastik merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada perbaikan jaringan tubuh dan kulit yang rusak atau cacat akibat kondisi tertentu. 

"Jadi misalnya karena sesuatu yang sebelumnya terganggu atau cacat karena bawaan kita bentuk kembali sesuai dengan anatomi yang senormal mungkin sehingga fungsinya bisa normal kembali, atau yang sudah baik lebih harmonis lagi," jelasnya.

Bedah plastik ada bagian rekonstruksi dan ada bagian estetika. Bedah plastik Rekonstruksi merupakan tindakan merubah cacat diperbaiki agar mendekati normal, tindakan rekonstruksi antara lain nya adalah cacat dari lahir seperti sumbing bibir, jaringan dempet, pasien luka bakar, pasien patah tulang rahang, sumbing langit-langit dan cacat bawaan lahir lainnya seperti kelainan lubang saluran kencing pada anak laki-laki. 

Operasi bedah plastik untuk hidung, kelompak mata, sedot lemak (Liposuction), membentuk tubuh yang lebih baik termasuk dari operasi plastik estetik.

"Yang paling banyak kasus di Jambi yang mengharuskan pasien menjalani operasi plastik itu luka bakar karena api atau bahan kimia, cacat kongenital atau cacat dari lahir seperti bibir sumbing, langit-langit sumbing, kasus-kasus kecelakaan terutama yang mengalami cedera pada wajah baik itu patah tulang hidung, patah tulang pipi, patah tulang rahang bawah, luka- luka di bagian wajah agar bekas luka lebih samar bedah plastik yang mengerjakan," ujar Pritha.

Di Indonesia termasuk di Jambi secara umum untuk operasi bedah plastik estetik banyak pasien yang memilih operasi mata, operasi hidung, beberapa ada yang memperbaiki bentuk tubuh (Liposuction) atau payudara.

Operasi plastik tidak hanya dijalankan oleh wanita saja tetapi pria juga bisa menjalani operasi plastik. Umumnya orang yang telah mencapai usia matang yang memilih menjalani operasi plastik.

Untuk pengerjaan atau lamanya operasi plastik tergantung pada operasi bagian tubuh yang dikerjakan. 

"Kalau operasi mata kisaran satu setengah sampai 2 jam, kalau operasi hidung pada kasus-kasus yang lebih sulit bisa sampai 2 jam lebih, kalau operasi membuang lemak atau liposuction bisa sampai 3 jam lebih, jadi masing-masing tindakan memiliki waktu yang berbeda tergantung juga masalahnya apa dan temuan pada saat operasi misalnya, ada beberapa orang yang gampang sekali berdarah atau misalnya pada operasi hidung ternyata pasien pernah filler atau tanam benang sebelumnya, pasti itu memakan waktu yang lebih lama," jelas Pritha.

Menurut Pritha pasien yang ingin menjalani operasi plastik estetik harus tahu terlebih dahulu apa yang diinginkan kemudian dikonsultasikan kepada dokter.

"Sulit bagi dokter jika pasien tidak tahu apa keinginan mereka sendiri jadi pasien pastikan dulu nih apa yang diinginkan kemudian komunikasikan lagi ke dokter. Nanti dokter akan menjelaskan apakah itu bisa dicapai ataupun tidak bisa dicapai, apa yang bisa kita dapatkan atau bagaimana caranya yang paling baik," sebutnya.

Yang harus diingat, setiap orang memiliki karekteristik tubuh masing-masing baik itu dari tulang, kulit, ataupun jaringan lunaknya. Dia mengatakan basic setiap orang pasti berbeda-beda sehingga target yang bisa dicapai juga berbeda.

Setelah menjalani operasi plastik pasti akan ada efek samping yang ditimbulkan. Setiap tindakan operasi memiliki efek samping berbeda-beda pula.

"Operasi mata efek samping beda dengan operasi hidung. Cuma secara umum yang pasti dialami dan ringan itu bengkak, kemudian lebam jadi jangan kaget kenapa begitu karena akan ada proses atau fase-fase penyembuhan yang dilalui setiap pasien pasca operasi plastik," jelasnya.

Pritha mengatakan fase penyembuhan ada tahap-tahapannya. Pasien yang menjalani operasi plastik akan melewati fase pembengkakan yang akan dilalui selama beberapa hari, ada fase pematangan bekas luka sehingga bekas sayatan lebih samar dan hasil operasi mulai lebih tegas dan kulit yang tegang karena bengkak lama-lama akan halus kembali.

"Untuk fase penyembuhan, pada dasarnya hampir sama," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved