Sosok Sukses
Kisah Ramdani Sirait, Pria Jambi Yang Kini Manajer Perusahaan Pengelola Tambang Emas
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sukses itu bukan dari mana kita berasal, tapi kemana kita akan menuju.
Itulah yang sering diucapkan dalam setiap kesempatannya oleh seorang yang bernama Ramdani Sirait.
Lahir dan besar di Kota Jambi, pernah menempuh pendidikan di SMAN 3 Kota Jambi, besar di Jelutung membuat Ramdani Sirait memiliki keterikatan dengan Jambi.
Ramdani Sirait selalu bangga menyebutkan dirinya orang Jambi.
Jambi baginya bukan hanya sekedar kota tempat ia dibesarkan, tetapi juga rumah atau kampung halaman yang memiliki banyak kenangan.
"Saya lahir dan besar di Jambi, dan ayah saya dulu adalah seorang anggota polisi militer di Jambi," katanya.
Ramdani Sirait yang kerap disapa Dani kini bekerja Manajer Komunikasi Perusahaan PT Nusa Halmahera Minerals.
Ramdani Sirait mengawali karirnya sebagi seorang wartawan di kantor berita Antara Jakarta selama 12 tahun, turut membentuk kepribadiannya.
Selama itu pula Ramdani Sirait pernah menjadi Koresponden untuk Timor-Timur (sekarang Timor Lester) saat proses referendum tahun 1999, Koresponden untuk Istana Presiden RI tahun 2000 dan Kepala Perwakilan di New York City, Amerika Serikat, 2001 - 2004.
"Sewaktu bertugas di New York City, saya takjub dengan diri saya sendiri. Bagaimana mungkin seorang anak yang berasal dari Jambi bisa sampai tinggal dan bekerja di kota megapolitan tersebut. Pada titik ini saya ingin pesan kepada generasi muda bahwa "sukses itu bukan karena dari mana kita berasal, tapi kemana kita akan menuju," jelasnya.
Mengawali karirnya sebagai seorang wartawan merupakan suatu hal yang sangat ia syukuri.
Di mana, dunia jurnalistik banyak mengajarkannya berbagai hal.
"Saya beruntung pernah menjadi wartawan. Karena dunia jurnalistik mengajarkan saya untuk berwawasan luas, supel dalam pergaulan, bekerja dengan cepat, memahami budaya orang lain, menghargai keberagaman, keberanian berbicara dan tentunya keahlian menulis," tambahnya.
Tidak hanya itu saja, Ramdani Sirait pernah bekerja sebagai Manajer Komunikasi PT Freeport Indonesia, perusahaan tambang milik Amerika Serikat yang lokasi tambangnya di Papua.
"Pada saat di PT Freeport saya merupakan satu-satunya orang Jambi yang bekerja di perusahaan yang sangat besar tersebut. Saya tidak tahu mengapa tidak ada orang Jambi lainnya. Tapi sekarang saya dengar sudah ada beberapa orang Jambi bekerja di sana," lanjutnya.
Tidak hanya sampai di situ, Ramdani Sirait pernah diminta untuk menjadi Direktur Eksekutif sebuah organisasi perusahaan-perusahaan besar yang membentuk organisasi dengan nama Indonesian Business Coalitions on HIV and AIDS.
Organisasi yang mengkampanyekan tentang pentingnya edukasi HIV dan AIDS untuk para pekerja di Indonesia.
"Sekarang saya bekerja sebagai Manajer Komunikasi Perusahaan, PT Nusa Halmahera Minerals, perusahaan yang mengelola tambang emas Gosowong di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara," katanya.
Dengan seluruh pengalaman dan prestasi yang telah di capai, tidak sedikit keringat yang keluar dan semangat yang terus diteriakkan.
"Kesuksesan itu ibarat rangkaian anak tangga yang harus di tapaki satu per satu dengan kesabaran, kebijakan, doa dan tawakal. Jangan berhenti di tangga kedua dimana kita berfikir sudah mendapatkan gaji yang cukup dan berhenti di zona nyaman," ujarnya.
Tidak sedikit orang mengatakan bekerja adalah ibadah, namun menurutnya bukan hanya sekedar bekerja tetapi juga harus dibarengi sungguh-sungguh dan dengan konsentrasi yang penuh, tidak mengeluh dan menikmati turun dan naiknya situasi.
Selama proses tersebut Ramdani Sirait juga pernah gagal. Namun, itu tidak membuatnya menyerah dan terus melangkah. Karena sesungguhnya seseorang tidak pernah benar-benar gagal hingga seseorang itu menyerah.
"Saya juga pernah gagal dan terpuruk, hutang di kartu kredit tapi saya menikmatinya, saya tidak teriak sana sini. Saya harus selesaikan permasalahan yang sednag dihadapi dan selesaikan hutang-hutang saya kemarin, dan saya terus berfikir apa lagi yang harus saya lakukan untuk membuat keadaan lebih baik," lanjutnya.
"Bagi generasi sekarang, jangan terlalu yakin kamu kuliah punya ijazah sarjana, karena para manager pimpinan yang akan merekrut juga melihat apa skill kamu yang lain," sambung Ramdani Sirait.
Karena skill, ia juga menyampikan cerita tentang seorang anak remaja Balikpapan yang hanya lulusan SMK.
Di mana, ibunya orang tua tunggal dan bisa dibilang miskin, karena skill jadi chef di hotel berbintang di Abu Dhabi. Dia kerja dan uang yang ia hasilkan di sisihkan untuk kursus.
"Sepenting itulah skill, tanyakan lagi kepada diri sendiri ada tidak kompetensi kamu ?, kemampuan membuat laporan, buat anak milenial dan generasi z buat konten-konten yang orang melihat nya terpana," tambahnya.
Ramdani Sirait mengatakan, keluesan juga penting untuk anak-anak meraih karir tertentu, dan untuk tantangan sekarang wabah pamdemi, belum lagi gempa bumi, belum lagi masalah keamanan security dan anak muda harus flaksibel menghadapi perubahan, tidak boleh kaku, dan ini juga merupakan sarat pemimpin masa depan.
"Kepada generasi muda, saya ingin membantu mendampingi mereka, memperluas wawasan, bahwa kuliah saja tidak cukup. Jadi harus memiliki skills yang jelas agar dapat memiliki peranan penting di bidangnya masing-masing. Baik itu sebagai karyawan, ASN atau Swasta, pengusaha, aktifis, dan lainnya. Jangan hanya mengandalkan selembar ijazah dalam hidup ini," katanya.
"Saya ingat ada satu pepatah Cina bunyinya, ketika angin perubahan terjadi ada sekian orang berlindung menyelamatkan diri, sebagiannya lagi memanfaatkan angin bernilai ekonomi yaitu energi. Pesannya ketika covid berlangsung, kita mau jadi orang yang melindungi diri saja, atau orang yang mau berinovasi dan saya memilih orang yang berinovasi," lanjutnya.
Ramdani Sirait mengatakan ini harus diingat oleh generasi muda "Melakukan apa yang kita sukai adalah penting. Tapi melakukan apa yang seharusnya kita lakukan juga penting," ujarnya.
Di sela-sela kesibukannya, Ramdani Sirait sudah menulis beberapa buku seperti buku 'Going Global, kita semua bisa mendunia'.
Pada Jumat 11 Februari 2022 pukul 19:30 - 21:00 WIB via zoom dan YouTube media pertner Tempo.co dan beliau juga menjadi pembicara pada Dialog Interaktif Diaspora Seri "Buku Diaspora" tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ramdani-sirait.jpg)