Berita Tanjabtim

Pasca Penetapan Tersangka Terhadap Pengacara KPU Tanjabtim, DPD KAI Provinsi Jambi Angkat Bicara

Pasca penangkapan tersangka TA yang merupakan pengacara KPU Tanjabtim, akhirnya DPD KAI Provinsi Jambi angkat bicara, Kamis (3/2/2022).

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kejari Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kembali amankan satu tersangka baru kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada KPU tahun 2020, Rabu (2/2/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pasca penangkapan tersangka TA yang merupakan pengacara KPU Tanjabtim, akhirnya DPD KAI Provinsi Jambi angkat bicara, Kamis (3/2/2022).

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Jambi Andi Gunawan, menanggapi serius Terkait penetapan dan penangkapan TA yang tidak lain merupakan Kuasa Hukum KPU Tanjabtim, yang dilakukan oleh Kejari Tanjabtim

Ketika di konfirmasi tribunjambi.com, Andi menuturkan, ada beberapa persoalan yang dinilai masih belum pas Terkait penangkapan salah satu rekan Advokat oleh pihak kejari. 

"Terutama Terkait pelanggaran pasal 21 yang menghalang halangi proses penyidikan, yang dimaksud menghalang halangi itu yang bagaimana,” ujarnya.

Menurutnya, penetapan dan penangkapan tersangka TA ini tidak lepas dari persoalan sentimen pribadi, hal tersebut kemungkinan besar juga bisa mempengaruhi.

Sebab diketahui TA sudah melakukan gugatan praperadilan selama 4 kali dalam pembelaan kliennya. 

"Kalo yang kita tangkap. Yang dipersoalkan pihak kejari ini pada saat pemeriksaan saksi di tanggal 8, dimana dikatakan TA berupaya membawa saksi saat pemeriksaan. Namun hal itu patut dipertanyakan apakah hal itu benar dilakukan atau tidak,” jelasnya. 

"Terlepas dari itu semua TA juga sudah datang secara pribadi untuk meminta maaf, dan berupaya menyelesaikan secara internal. Namun sepertinya ada indikasi adu domba antar sesama rekan TA,” sambungnya. 

Terkait hal ini, pihaknya akan melakukan hukum baik dengan melakukan jaminan terhadap TA. Dengan harapan agar TA tidak ditahan setelah adanya jaminan dari kita. 

"Jaminannya dari DPD langsung, jika pihak Kejari meminta jaminan maka kita akan kooperatif,” jelasnya. 

Ketika disinggung Terkait proses penangkapan TA apakah sudah sesuai atau tidak, menurutnya penangkapan tersebut banyak tidak benarnya.

Karena pertama proses sudah selesai dan kedua benar tidaknya ada upaya penarikan dari TA terhadap saksi dan juga adanya upaya adu domba sesama mereka (pengacara). 

"Nanti itu yang akan kita pertanyakan langsung dengan pihak kejari,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved