Kasus Dugaan Penggelapan Tabungan Santri Ponpes Al-Munawaroh Merangin, Rotani: Saya Minta Kejujuran

Pemilik Yayasan Lailo Beruji yang menaungi Pondok Pesantren Al-Munawaroh, Bangko bantah tuduhan terdakwa kasus dugaan penggelapan dana santri.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/darwin
Sidang lanjutan pengelapan dana santri Pondok Pesantren Al-Munawaroh di Merangin, Kamis (3/2/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pemilik Yayasan Lailo Beruji yang menaungi Pondok Pesantren Al-Munawaroh, Bangko, Merangin bantah tuduhan itikad baik terdakwa kasus dugaan penggelapan dana tabungan santri tidak dihiraukan. 

Beberapa kali persidangan, terdakwa kasus penggelapan dana tabungan santri, Sofwan mengaku memiliki itikad baik dengan pihak yayasan untuk mendiskusikan permasalahan di Pondok Pesantren Al-Munawaroh Bangko.

Namun Sofwan berkilah bahwa niatnya tersebut tidak disambut baik yayasan yang datang ke kediaman pemilik yayasan di Merangin ataupun Kota Jambi dengan tidak membukakan pintu. 

Menanggapi hal tersebut, Rotani Yutaka membantahnya dengan menyebutkan sebelum perkara tersebut naik ke kepolisian dan persidangan ada upaya mediasi. 

Rotani juga membantah jika pihaknya pernah beranjak dari Jambi ke Merangin dan pernah mampir ke pondok pesantren

"Walaupun saya bertempat tinggal di Jambi, tapi hampir setiap bulan saya datang ke Bangko dan selalu bertemu di kediaman saya atau di pondok pesantren," katanya melalui sambungan telepon, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Kasus Penggelapan Dana Santri di Merangin, Terdakwa Sofwan Sebut Lakukan Subsidi Silang

Bahkan kata Rotani, terdakwa pernah menginap di rumahnya yang berada di Kota Jambi. Sehingga dia meminta agar tidak membuat alasan tidak ada dirumah, padahal sekarang zaman teknologi seharusnya bisa ditelepon.

"Kalau ketemu setidaknya pasti ada pembahasan tentang pesantren, ngasih masukan untuk fokus mengurus pesantren," tambahnya.

Sementara terkait terdakwa yang menyebutkan bahwa pihak yayasan memiliki kecemburuan karena membuka pesantren di Kabupaten Sarolangun turut dibantah Rotani. 

Justru Rotani merasa senang jika terdapat warga yang ingin membangun dengan membawa misi sosial terlebih keagamaan.
"Saya justru sangat senang jika ada orang yang ingin membuka pesantren. Siapapun yang membangun pesantren untuk masa depan anak bangsa," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved