Berita Merangin

Kasus Penggelapan Dana Santri di Merangin, Terdakwa Sofwan Sebut Lakukan Subsidi Silang

Penggunaan tabungan santri yang diduga digelapkan mantan pimpinan Pondok Pesantren Al-Munawaroh Bangko, Sofwan untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Tribunjambi/darwin
Sidang lanjutan pengelapan dana santri Pondok Pesantren Al-Munawaroh di Merangin, Kamis (3/2/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Penggunaan tabungan santri yang diduga digelapkan mantan pimpinan Pondok Pesantren Al-Munawaroh Bangko, Sofwan untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Dugaan pengelapan dana santri Pondok Pesantren Al-Munawaroh yang dilakukan oleh mantan pimpinan Pondok Pesantren Sofwan kembali dilanjutkan di Pengadilan Negri Bangko, Kamis (3/2/2022).

Bahwa Selama menjaban beliau (Sopuan) melakukan Subsidi silang.

Persidangan dalam agenda pemeriksaan terdakwa, Sofwan dipimpin hakim ketua, Daniel Elisa S dan hakim anggota Deni Hendra serta Amir El Hafids.

Sementara Jaksa Penuntut Umum yakni Rizal Purwanto dan Jalpahdi serta penasehat hukum, Ahmad Joni.

Memulai pertanyaan, JPU menanyakan kebenaran bahwa pernah dimintai keterangan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), terdakwa Sofwan membenarkannya.

Terdakwa mengungkapkan bahwa pemungutan tabungan Santri tidak melibatkan pihak Yayasan pondok pesantren Al-Munawaroh.

Sofwan beralasan pemilik yayasan tidak pernah berada di Kabupaten Merangin (Pondok Pesantren).Sehingga Hal itu dijadikan Alasan untuk sopuan tidak memberitahukan terkait Tabungan Santri.

"Pak Rotani (pemilik yayasan red) di Jambi, tidak pernah ada di Bangko (pondok pesantren)," kata Sofwan.

Namun Sofwan mengaku sistem tabungan sudah berlaku sebelum dia menjabat di pesantren tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved