Virus Corona

Apa Itu Virus NeoCov Yang Bikin Heboh, Ini Penjelasan Dari Pakar Epidemiologi

Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman Indonesia menyebutkan jika di dunia ini banyak sekali virus.

Editor: Rahimin
The Scotsman
ILUSTRASI varian baru virus corona. Apa Itu Virus NeoCov Yang Bikin Heboh, Ini Penjelasan Dari Pakar Epidemiologi 

TRIBUNJAMBI.COM - Belum lagi Virus Corona varian baru Omicron hilang, kini heboh lagi kemunculan virus NeoCov.

Banyak spekulasi yang muncul sehingga menimbulkan kepanikan. Baru-baru ini di media sosial dibuat heboh.

Soal munculnya NeoCov, Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman Indonesia menyebutkan jika di dunia ini banyak sekali virus.

Menurutnya, tetidaknya hanya sekitar 1,6 juta dideteksi di dunia. Setengah dari 1,6 juta jenis berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia.

"Setengahnya atau sekitar 800 ribuan jenis virus itu, baru diketahui oleh manusia kurang dari 1 persen. Kurang dari 1 persen itu ada virus HIV, ebola, Sars, MERS dan termasuk SARS-CoV-2," katanya kepada Tribunnews, Selasa (1/2/2022).

Dicky bilang, NeoCov bukan termasuk virus baru dan sudah dideteksi pada 2013-2014.

Lebih dari 8 tahun lalu, NeoCov ditemukan di Afrika Selatan.

NeoCov ditemukan oleh riset dunia saat kemunculan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) yang menghantam dataran Arab sana.

Baca juga: GEGER, Ilmuwan Temukan Varian Baru Covid-19 Bernama NeoCov, Tingkat Kematian Tinggi

"Ketika MERS itu ada, kelelawar diduga menjadi sumbernya. Dicari sumber kemana, sumbernya di cari ke Afrika Selatan. Terdeteksi namanya NeoCov itu. Virus itu ada di hewan dan tidak menginfeksi manusia," ujarnya.

Virus ini tidak bisa membunuh orang. Dicky menyebutkan jika kelelawar membawa banyak virus Corona.

"Sekarang baru satu menyebabkan penyakit. Potensi banyak sekali, mayoritas virus itu di kelelawar itu tidak, atau belum lompat menginfeksi manusia. Sejak saat itu dilakukan riset, mengamati karakter dari virus ini yang ada di hewan mamalia ini," katanya.

MERS Cov kala itu membunuh hampir 866 orang dengan angka mortalitas hingga 34 persen.

Karenanya dari dunia medis butuh penelitian dan riset untuk upaya pencegahan.

Penelitian yang dilakukan 2013 pada NeoCov ini karena dianggap serupa dengan MERS Cov. Ternyata ada perbedaan reseptor, MERS Cov bisa menginfeksi karena bisa menempel pada manusia.

NeoCov ini ditemukan di mamalia atau kelelawar, dan bisa menempel di reseptor ACE.

Sejauh ini belum ditemukan bisa menempel pada manusia yang merupakan reseptor ACE2.

"Diprediksi berbahaya. Ini baru spekulasi dari peneliti. Jika virus ini berubah, bermutasi, kuncinya masuk reseptor ACE 2 manusia itu yang jadi bahaya. Seperti MERS kematian tinggi, parah. Itu hipotesia atau spekulasi yang salah dipersepsikan," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengenal Virus NeoCov yang Ramai Diperbincangkan di Media Sosial

Baca juga: Sudah 2.980 Orang Terinfeksi Omicron, 5 Pasien Meninggal Mayoritas Belum Divaksin

Baca juga: Varian AY.4.2 Disebut Lebih Ganas Daripada Varian Delta, Masyarakat Diminta Hati-hati

Baca juga: SARS-Cov Varian B117, LIPI : Varian Baru Covid-19 Lebih Mematikan Belum Terbukti Secara Ilmiah

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved