ZF, ASN Merangin yang Jadi Buronan Polisi Belum Dipecat Meski Tak Bekerja, Sekda Surati Kementerian

Pemerintah Kabupaten Merangin surati kementerian terkait status Aparatur Sipil Negara (ASN) Zulfahmi, buronan kasus PETI di Nalotantan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin Sijabat
Sekretaris Daerah Merangin Fajarman. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pemerintah Kabupaten Merangin surati kementerian terkait status Aparatur Sipil Negara (ASN) Zulfahmi, buronan kasus PETI di Nalotantan.

Sekretaris Daerah Merangin, Fajarman kepada Tribunjambi.com mengaku, hingga saat ini pihaknya belum dapat mengambil keputusan terkait status ASN tersangka untuk dicabut atau tidak.

"Sebelum putusannya (putusan pengadilan atau inkrah) nanti keluar memang belum bisa mengambil keputusan," katanya.

Meski demikian, Fajarman menyebutkan jika nanti keputusan pengadilan yang membuktikan tersangka melakukan pelanggaran tindak pidana maka sesuai aturan bisa diberhentikan. 

"Nanti apabila ada putusan, sesuai dengan aturan itu bisa diberhentikan," ungkapnya.

Baca juga: Update Kasus PETI di Sarolangun, Polisi Masih Dalami Peran 6 Tersangka

Namun sejak ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi buronan tidak dapat diberhentikan meski tidak masuk kerja. Hal itu dikatakan Fajarman,  lantaran sudah memasuki ranah hukum, sehingga pihaknya masih menunggu putusan yang dikeluarkan. 

Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Merangin juga telah mengirimkan surat ke kementerian terkait permasalahan yang terjadi. 

Bahkan bukan hanya ZF, Sekda menyebutkan terdapat dua ASN lainnya yang juga tidak masuk kerja sudah lebih satu tahun.

"Bukan hanya itu saja (Zulfahmi), ada dua lagi ASN kita yang konon kabarnya itu tidak masuk kerjanya sudah bertahun tahun. Nah ini yang akan kita surat nanti, apabila memenuhi persyaratannya kita akan ajukan pemberhentiannya," katanya.

Pengajuan ke pusat tersebut untuk meminta pertimbangan apakah oknum ASN tersebut telah memenuhi persyaratan untuk diberhentikan. Sehingga nanti keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah Merangin tidak salah dan zalim.

"Kita mengambil keputusan yang memang atas dasar pertimbangan dan menurut aturan yang berlaku," tandasnya.

Baca juga: Sidang Kasus PETI Merangin, Terdakwa Sebut Peran Masing-masing Sebagai Pemodal dan Pemilik Alat

Sebagaimana diketahui, Zulfahmi ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi buronan terkait Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Nalotantan pada awal Juni 2021 lalu. 

Zulfahmi diduga sebagai pemodal dalam aktivitas yang merusak lingkungan tersebut. 

Dari lokasi itu, Kepolisian Resor Merangin mengamankan sembilan pekerja dan saat ini sedang menjalani kurungan, sebab telah mendapatkan putusan di Pengadilan Negeri Bangko. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved