Berita Selwbeitis
Cerita Cut Meyriska Ada di Aceh Saat Tusnami Tahun 2004
Cut Meyriska ternyata ada di Aceh saat terjadinya tsunami tahun 2004 silam. Diungkapkan Cut Meyriska dirinya tiba di Aceh sehari sebelum terjadinya
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM - Cut Meyriska ternyata ada di Aceh saat terjadinya tsunami tahun 2004 silam.
Diungkapkan Cut Meyriska dirinya tiba di Aceh sehari sebelum terjadinya tsunami.
Diakui Cut Meyriska kalau dirinya dan kekuarga masih bermaim di pantai pada malam sebelum tsunami.

“Nyampe ke Aceh, sebelum besoknya tsunami tuh, malam itu tuh kita tuh main di pantai sampai jam 12 malam,” jelas Cut Meyriska dilansir dari YouTube Ciky Citra Rezky beberapa waktu lalu.
Setelahnya, Cut Meyriska pergi menginap di puncak, gempa pun mulai terasa.
Dijelaskan Cut Meyriska saat dirinya sedang mandi guncangan sangat terasa hingga membuat tubuhnya berbaret.
“Akunya di kamar sendiri, lagi mau mandi, terus pas mandi itu tuh goyang, jatuh, wah pusing nih kayanya kurang tidur nih,” jelas Cut Meyriska.
“Goyang-goyang sampai kayak baret-baret dikit kan, jatuh soalnya, wah ini kenapa ya?,” sambungnya.
Dijelaskan Cut Meyriska saat dirinya keluar penginapan ia melihat gelombang air laut yakni tsunami.
Baca juga: Masih Ingat Dengan Pemeran Jaka Tingkir? Begini Kabar Dian Sidik Sekarang
Baca juga: Artis Dengan Bayaran Termahal di Tahun 90-an, Begini Kabar Indra Bruggman
“Nyampe ke luar itu, karena kita paling puncak, jadi kita bisa ngelihat gelombangnya itu, muternya,” ungkapnya.
“Jadi dari yang bawah itu juga ada yang lari ke atas gitu, ya air laut naik, apa gitu, ya ada yang enggak pakai baju, ya macam-macam lah ya namanya orang pagi-pagi ya. Kita juga ngelihat sih gelombangnya gede banget,” sambungnya.
Dijelaskan Cut Meyriska setelah tsunami menghantam Aceh, ia melihat mayat-mayat mengapung.
“Sepanjang perjalanan itu mayat udah ngapung-ngapung kanan kiri semuanya, udah ngapung,” kata Cut Meyriska.
Selama perjalanannya pulang naik kapal, tantenya mengingatkan untuk jangan melihat mayat-mayat yang mengapung karena takut kapal tidak seimbang.
"Tante sih ngomong jangan ikut-ikutan orang ketika ngelihat mayat tuh langsung semuanya ke sana, miring takutnya kapalnya, karena pasti semuanya kepo dong pengen keluar ngeliatin dan kita nggak mau lihat,” ungkapnya.