Berita jambi
Jalan Sempit dan Kurang Rambu Sebabkan Banyaknya Terjadi Kecelakaan Disebabkan Angkutan Batubara
Forkompimda Provinsi Jambi melaksanakan rapat evaluasi mengenai angkutan truk batubara di Jambi. Rapat ini dilaksanakan di Rumah Dinas Gubernur Jambi
Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Forkompimda Provinsi Jambi melaksanakan rapat evaluasi mengenai angkutan truk batubara di Jambi. Rapat ini dilaksanakan di Rumah Dinas Gubernur Jambi Senin (31/1/2022).
Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Dhafi yang turut hadir dalam rapat ini menyatakan jalur khusus angkutan batubara sangat dibutuhkan.
Pasalnya angkutan batubara ini banyak memakan korban di jalanan. Ia mengatakan telah terjadi 8 korban meninggal dalam beberapa minggu terakhir ini.
"Sudah banyak korban dari kecelakaan yang disebabkan oleh angkutan batubara. Terakhir ini ada 8 korban jiwa. Sehingga menurut kami perlu kiranya percepatan jalur khusus angkutan batubara," ungkapnya.
Menurutnya terjadi kecelakaan ini disebabkan ruas jalan yang dilalui sempit, kemudian minimnya rambu-rambu lalu lintas.
"Padatnya aktivitas angkutan batubara ini juga membuat rawan terjadi kecekakaan. Ruas jalan kita juga terbilang sempit. Panjang hanya 6,5 meter dan hanya mampu menahan bobot 8 ton," katanya.
Menurutnya perlu ditambahkan rambu lalulintas di jalur yang sering dilalui angkutan batubara. Terutama rambu mengenai batasan kecepatan dan imbauan hati-hati dalam berkendara.
"Harapannya Bapak Gubernur dan juga kepala daerah dapat memberikan motivasi ke kementerian agar perbaiki jalan yang dilalui angkutan batubara," ujarnya.
Baca juga: Truk Batubara Terperosok di Kawasa Kasang Kota Jambi Saat Lagi Konvoi
Baca juga: Warga Sungai Gelam Blokir Jalan, Kesal Jalan Rusak Akibat Angkutan Batubara
Baca juga: Ketua DPRD Jambi Dukung Pembebasan Kawasan Candi Muarojambi dari Stokpile Batu Bara