Berita Bungo

Sidang Pengrusakan Mobil KBPC di Bungo Barang Bukti Dihadirkan, Hakim Sebut ada Mal Administrasi

Pengadilan Negeri (PN) Muaro Bungo kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan pengrusakan mobil truk batu bara milik PT KBPC...

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Muzakkir
Pengadilan Negeri (PN) Muaro Bungo kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan pengrusakan mobil truk batu bara milik PT KBPC. 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Pengadilan Negeri (PN) Muaro Bungo kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan pengrusakan mobil truk batu bara milik PT KBPC, Jumat (21/1/2022) lalu.

Sidang kali ini berangendakan mendengarkan keterangan saksi verbal dari Polres Bungo yaitu Penyidik kasus yang mendakwakan Mardedi Susanto alias Atok yang didakwakan pasal 170 dan 406 jo 55 KUHP.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bungo, Meirina Dewi Setiawati SH, M Hum yang memimpin sidang sedikit kesal, lantaran didalam berkas perkara ada yang tidak beres, dimana penyidik telah melakukan mal administrasi terkait berkas perkara yang ditangani.

Dalam sidang itu, penyidik menyebut jika dalam melakukan BAP ada sedikit kesalahan dimana keterangan saksi dan BAP berbeda.

"Berkas untuk kasus tersebut ada kesalahan pengetikan dan kelalaian dalam pembuatan BAP," kata Bripka Erfan Boy selaku penyidik perkara tersebut.

Selain salah dalam BAP, penyidik juga melakukan kesalahan terkait barang bukti yang disangkakan, yaitu mobil yang dirusak oleh terdakwa.

Mobil yang dirusak oleh terdakwa tidak disimpan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dimana seharusnya barang bukti disimpan di Rubasan atau Kejaksaan.

"Yang kami sayangkan ada perubahan barang bukti. Dimana-mana, semua aparat hukum tahu dan paham dalam persidangan, seharusnya disimpan di Rubasan atau di kejaksaan tapi ada aturannya," kata Meirina Dewi Setiawati SH, M Hum.

Dalam sidang itu, barang bukti yang menjadi pokok yaitu mobil Dum truk yang diduga dirusak oleh terdakwa juga dihadirkan. Selain itu kayu yang diduga sebagai pemecah kaca mobil juga ikut dihadirkan didalam persidangan.

Dalam sidang itu, terdakwa memboyong tiga kuasa hukum. Yaitu Nurdamewati Sihite S.H, M.H, Bachtiar Marasabessy S.H, M.H dan Marwan Saputra S.H.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved