Puluhan Honorer Muarojambi Terancam Kehilangan Pekerjaan Bila Rencana Menpan RB Ini Dilakukan

Puluhan honorer di Kabupaten Muarojambi terancam kehilangan pekerjaan jika Kemenpan RB benar-benar menghapus tenaga honorer pada 2023.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Hasbi
Kepala Bidang Pengangkatan, Pensiun dan Data ASN di BKD Kabupaten Muarojambi Rini Herawati. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hasbi Sabirin

TRIBUNJAMBI.COM,SENGETI- Puluhan honorer di Kabupaten Muarojambi terancam kehilangan pekerjaan jika Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) benar-benar menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang. 

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengangkatan, Pensiun dan Data ASN di BKD Kabupaten Muarojambi Rini Herawati mengatakan, penghapusan honorer itu hanya sebatas wacana dan belum bisa dipastikan akan dilakukan.

"Sampai saat ini kita Muarojambi belum menerima surat atau pun petunjuk untuk penghapusan tenaga honorer tersebut, jadi kita belum berani berkomentar banyak soal itu," kata Rini Herawati Jumat (21/1/22).

Berdasarkan informasi yang didapatkan jumlah tenaga honorer dan kontrak daerah Kabupaten Muarojambi terdapat 70 orang se-Kabupaten Muarojambi.

Dari 70 orang tenaga honorer dan kontrak daerah Muarojambi itu berkerja di berbagai instansi pemerintahan Kabupaten Muarojambi seperti tenaga guru, kesehatan maupun tenaga teknis lainnya.

Ia menjelaskan tenaga honorer dan tenaga kontrak daerah itu berbeda dengan Tenaga Suka Rela (TKS) yang ada di masing-masing instansi dan OPD.

Baca juga: Ibu di Muarojambi Ini Histeris Tidak Mau Divaksin: Tiap Malam Saya Sering Demam

Baca juga: Jumlah Honorer di Tanjabbar Lebih 5.800 Orang, Didominasi Tenaga Pendidik

Baca juga: Tahun 2022 Tidak Ada Penerimaan PPPK di Kabupaten Tanjabbar

"Tenaga honorer atau kontrak daerah di SK kan oleh Bupati gajinya melalui APBD, sedangkan TKS itu diangkat melalui SK masing-masing OPD gajinya pun dari masing-masing dinas," sebutnya.

Pada tahun 2022 ini Pemerintah Kabupaten Muarojambi juga tengah mengusulkan penerimaan PPPK sebanyak 406 formasi. Terdiri dari tenaga guru, kesehatan maupun tenaga teknis. Saat ini pihaknya masih menunggu validasi data dari MenpanRB.(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved