Breaking News:

Ini Tujuh Daerah di Jambi yang Masuk Zona Hijau, Kota Jambi Tak Masuk

Tujuh daerah di Provinsi Jambi masuk yang zona hijau penyebaran Covid-19. Sementara empat daerah lainnya masuk zona kuning.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Monang
Ahli Epidemiologi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Umi Kalsum. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tujuh daerah di Provinsi Jambi masuk yang zona hijau penyebaran Covid-19. Sementara empat daerah lainnya masuk zona kuning.

Ahli Epidemiologi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Umi Kalsum mengatakan tujuh daerah itu antara lain Batanghari, Tebo, Merangin, Kerinci, Sungai Penuh, Tanjab Timur, dan Sarolangun.

"Zona Kuning ada Kota Jambi, Bungo, Tanjab Barat dan Muaro Jambi," katanya, Kamis (13/1/2022).

Ia mengatakan untuk menjadi syarat masuk ke dalam zona hijau, suatu daerah haruslah memiliki nol kasus dalam empat minggu berturut-turut.

Selanjutnya, ia menyebutkan angka penularan di Provinsi Jambi berada di bawah 0,5 persen penularannya. Jadi menurutnya di Provinsi Jambi memang terkendali penyebaran kasus Covid-19 ini.

"Saat ini pengendalian Covid-19 di Jambi relatif terkendali karena kesolidan dari satgas Covid-19. Kemudian juga komando yang baik dari Pak Gubernur sehingga kasus tetap stabil," ujarnya.

Antisipasi gelombang ketiga libur panjang Nataru pihaknya selalu melakukan koordinasi untuk antisipasi cukup baik dan dilakukan bersinergi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Sungai Penuh Lampaui Target Pusat

"Cakupan vaksinasi juga sangat mendukung melandainya kasus Covid-19 di Jambi dan diangka 75 persen dosis pertama dan di atas 54 persen dosis kedua di akhir Desember sangat membantu," ungkapnya.

Sementara itu saat disinggung soal kasus Omicron tujuh warga Jambi dirinya membenarkan adanya kasus tersebut.

"Tujuh orang itu dikabarkan baru pulang dari Turki. Saya sudah mengkonfirmasi ini ke Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dan mereka membenarkan kabar itu dan mereka masih dikarantina di Jakarta," paparnya.

Namun hingga saat ini dirinya masih belum mendapatkan data dari tujuh orang tersebut baik itu jenis kelamin, umur dan data lainnya.

"Langkah selanjutnya harus disiplin prokes. Baik masyarakat maupun unsur lain yang terlibat," katanya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Kota Jambi Baru 20 Persen

"Jadi kalau masyarakat yang menerapkan prokes, maka pemerintah yang mengawasi juga harus lebih ketat dan tidak abai. Kemudian peningkatan lagi cakupan vaksinasi di setiap daerah," pungkasnya(Tribunjambi.com/Widyoko)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved