Breaking News:

Berita Jambi

DPRD Jambi Gelar Pansus BOT bersama Pihak Pasar Angso Duo Baru

Berita Jambi-DPRD Provinsi Jambi melaksanakan rapat pansus Aset Bangun Guna Serah atau biasa disebut BOT (Build Operate Transfer) bersama

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
SAMSUL BAHRI/TRIBUNJAMBI.COM
DPRD Jambi Gelar Pansus BOT bersama Pihak Pasar Angso Duo Baru 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - DPRD Provinsi Jambi melaksanakan rapat pansus Aset Bangun Guna Serah atau biasa disebut BOT (Build Operate Transfer) bersama dengan pihak Pasar Angso Duo Baru, Kamis (13/1/22).

Pansus ini dipimpin oleh Ketua Pansus BOT DPRD Provinsi Jambi Bustami Yahya, dengan anggota Akmaluddin, Faisal Riza, Rusli Kamal Siregar, Juwanda, Akmaluddin, Rusdi, Maimaznah, Nur Tri Kadarini.

Di sisi lain, pada kesempatan ini turut hadir Asisten II Provinsi Jambi, Agus Sunaryo, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, pihak BPN termasuk dengan Pengolah Pasar Angso Duo baru.

Adapun yang menjadi pembahasan ini adalah terkait dengan perizinan dari PT Eraguna Bumi Nusa (EBN).

Pada kesempatan ini Ketua Pansus menerangkan sebetulnya izin pengoperasian dari PT EBN ini belum dikeluarkan.

Hal ini lah yang membuat PT EBN tidak bisa sepenuhnya untuk mengolah pasar.

Namun, belum di keluarkannya surat izin pengoperasian ini juga karena pihak PT EBN belum memenuhi syarat-syarat yang seharusnya dipenuhi.

Maka memang dengan adanya pansus ini diharapkan duduk bersama untuk menyelesaikan hal ini.

"Untuk dikeluarkan izin mengoperasikan pasar ini ada syarat yang harus di penuhi. Sehingga bisa memberikan ruang bagi yang di investasikan, sehingga saat ini pihaknya belum bisa memisahkan HBG di HPL itu, belum bisa jual unit-unit," katanya.

"Makanya bahwa yang kita harapkan PT RBN sama-sama untuk selesaikan apa yang menjadi syarat yang harus di penuhi, sehingga pemprov keluarkan izin pengoperasian ini juga benar, dalam artian tidak ada syarat-syarat yang di tinggalkan," tambahnya.

Di sisi lain, pada kesempatan ini Pansus juga mempertanyakan kepada pihak pemerintah mengapa mengeluarkan izin yang ada saat ini dengan catatan.

Jika memang pembangunan PT EBN belum selesai menurut ketua pansus nyatakan saja belum selesai.

"Kita juga minta keterangan pemerintah kenapa keluarkan izin tapi ada catatan-catatan?" pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved