Breaking News:

Berita Bungo

Anaknya Jadi Korban Pemukulan, Amnah Warga Bungo Kecewa Pelaku Tak Dihukum

Amnah (50) warga Dusun Rantau Pandan Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo kecewa denga proses hukum yang terjadi pada anaknya.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
(Kompas.com/ERICSSEN)
Ilustrasi penganiayaan dan pemukulan 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Amnah (50) warga Dusun Rantau Pandan Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo kecewa denga proses hukum yang terjadi pada anaknya.

Dimana anaknya yang berusia 15 tahun menjadi korban penganiayaan, namun pelaku tak pernah dihukum. Bahkan setelah sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bungo, pelaku dijatuhkan hukuman hanya satu bulan penjara, dan itupun hingga kini pelakunya masih berkeliaran bebas diluar.

Ceritanya, pada 6 Mei 2021 lalu, anak Amnah yang berinisial AP (15) menjadi korban penganiayaan. Pelakunya adalah RF (22) yang merupakan warga dusun tetangga, yaitu warga Dusun Paku Aji Kecamatan Rantau Pandan itu sendiri.

Kala itu korban tengah mengendarai sepeda motor bersama adiknya MI (12) untuk membeli makanan untuk buka puasa.

Ketika melintas di depan rumah pelaku (kala itu pelaku ada di sana), korban berbicara dengan adiknya mengenai "uang seribu". Namun ungkapan itu ternyata disalah artikan.

Sontak pelaku marah. Pelaku menyebut jika omongan AP sudah tidak pantas, karena dia mendengar jika korban menyebut "kubu" atau warga suku anak dalam.

Baca juga: Polres Bungo Gelar Razia Vaksin, Puluhan Digiring ke Klinik

Setelah itu, pelaku melempar korban dengan batu, namun lemparan tersebut tidak mengenai sasaran. Upaya tersebut belum membuat terlapor puas. Setelah korban pulang dan kembali melewati jalan tersebut, korban disetop dan ditarik oleh pelaku dan itu membuat tangan korban terluka.

Tak hanya itu, kepala korban juga dipukuli oleh pelaku. Mendengar ada keributan, tetangga pelaku termasuk neneknya keluar rumah dan langsung melerai kejadian pelaku. Kemudian korban disuruh oleh warga untuk pulang.

Tak berapa lama korban disuruh pulang oleh warga. Sesampainya korban dirumah, korban melaporkan peristiwa itu kepada kedua orangtuanya.

Awalnya keluarga korban tidak mau perkara ini masuk kejalur hukum, karena korban dan pelaku masih mempunyai ikatan keluarga. Namun ternyata tak ada itikad baik dari keluarga pelaku, bahkan mereka menantang untuk dilaporkan kejalur hukum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved