Covid-19 di DKI Jakarta Mulai Menghawatirkan, Jumlah Kasus Aktif Tembus 2.000

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebut ada penambahan 255 kasus Covid-19 baru.

Editor: Teguh Suprayitno
SHUTTERSTOCK/Naeblys
Ilustrasi varian Omicron. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta mulai mengkhawatirkan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebut ada penambahan 255 kasus baru.

Saat ini per Senin (10/1/2022), jumlah kasus aktif di Jakarta telah mencapai 2.129 orang. 

"Perlu digarisbawahi bahwa 1.603 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri," ujar Dwi dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (11/1/22). 

 Berdasarkan data Dinkes DKI, penambahan kasus positif per Senin kemarin yakni sebanyak 360 orang dari jumlah itu 259 di antaranya merupakan pelaku perjalanan luar negeri. 

"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 11.292 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 360 positif dan 10.932 negatif," terangnya.

Sementara untuk kasus Omicron di Jakarta tercatat sebanyak 407 orang denngan 350 orang di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri. 

"Dari 407 orang yang terinfeksi, 86 persennya atau sebanyak 350 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 57 lainnya adalah transmisi lokal," kata Dwi.

Baca juga: Kasus Omicron Tembus 414 Kasus, Liga 1 Terancam Kembali Tanpa Penonton

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit Covid-19 di Jakarta sekarang naik menjadi 9 persen setelah sebelumnya sempat turun di angka 4 persen. 

"Memang perlu kami sampaikan belakangan ada peningkatan terkait dengan BOR, sekarang BOR-nya, per 9 Januari meningkat jadi 9 persen," ujar Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/1/22). 

Riza menjelaskan, dari 3.385 tempat tidur yang tersedia, sebanyak 348 sudah terisi.

"Dari 3.385 tempat tidur, terpakai 348 ya, ada peningkatan dari yang tadinya sudah turun sampai di 4 persen," katanya.

Keterisian ruang perawatan intensif atau ICU juga mengalami peningkatan dari 4 persen menjadi 5 persen. 

"Begitu juga ICU, dari 604 sudah terpakai 31, ini sedikit peningkatan," katanya.

Baca juga: Omicron Makin Menghkawatirkan, Warga dari 14 Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved