Breaking News:

Berita Sungai Penuh

Warga Kumun Debai Sungai Penuh Tuntut Komitmen Wali Kota Soal TPA RKE

Berita Sungai Penuh - Warga Kumun Debai Sungai Penuh Tuntut Komitmen Wali Kota Soal TPA di RKE

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Heru
Akses menuju TPA di Renah Kayu Embun (RKE) Sungai Penuh diblokir warga agar armada sampah tak membuang ke lokasi tersebut lagi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Dialog antara warga Kecamatan Kumun Debay Sungai Penuh dengan utusan walikota di RKE, untuk negosiasi membuka blokir TPA berlangsung alot.

Hingga ditengahi pihak Polres Kerinci, warga menegaskan meminta komitmen Walikota Sungaipenuh, Ahmadi Zubir.

Dalam pertemuan di pondok ladang warga, Kadis LH Sungaipenuh, Khairul, meminta kepada warga agar blokir jalan ke TPA dibuka.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk solusi pengelolaan sampah Kota Sungaipenuh, seperti TPST.

"Tahun ini kita akan membangun TPST, lokasi ada di Pondok Tinggi dan juga ada di Sungai Liuk. Selain itu, kita merencanakan pengelolaan sampah ditingkat desa dan kecamatan, sehingga jumlah sampah yang dibuang menjadi lebih sedikit," ungkapnya.

Dia juga menambahkan, pemerintah akan terus mencari solusi yang terbaik, termasuk untuk RKE. "Terhadap surat dari masyarakat, karena pak Walikota belum ada waktu kemarin, sudah direncanakan pertemuan hari Rabu besok," katanya.

Kepala Kesbangpol, Leddi Sepdinal, menyampaikan sejak surat tokoh masyarakat disampaikan ke DPRD Sungaipenuh, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Ferry Siswadhi dan tokoh masyarakat lainnya, menyikapi persoalan ini.

"Dengan pak Wako juga membuka pintu terbuka, untuk melakukan pertemuan tentang kejelasan TPA ini, pada hari Rabu mengundang tokoh masyarakat, mungkin ada penjelasan dan kebijakan pak Walikota yang lebih baik untuk kedepannya. Tidak ada kita mendiamkan masalah ini, pemerintah sangat merespon," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ferry Siswadhi, selaku koordinator aksi damai tersebut, menjelaskan bahwa masyarakat menginginkan komitmen walikota, karena ini adalah janji Walikota.

"Yang getol menyebut sampah RKE bermaslah ini dari saya, seblum pak Wakikota menjabat, dan beliau berjanji menyelesaikannya. Ini yang kita tuntut, jangan ini menjadi hutang saya kepada masyarakat," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved