Breaking News:

Berita Jambi

Cara Restoratif, Dua Perkara di Kejati Jambi Dihentikan Penuntutannya di Depan Jaksa Agung

Berita Jambi-Dua perkara di Kejaksaan Tinggi Jambi diselesaikan dengan cara keadilan restoratif di Provinsi Jambi.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Nani Rachmaini
MONANG/TRIBUNJAMBI.COM
Lexy Fatharany Kurniawan, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Dua perkara di Kejaksaan Tinggi Jambi diselesaikan dengan cara keadilan restoratif di Provinsi Jambi.

Hal ini disampaikan oleh Lexy Fatharany Kurniawan, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jambi, Senin (10/1).

Lexy menyebutkan bahwa perkara-perkara yang dilakukan keadilan restoratif tersebut telah memenuhi syarat untuk dapat dilakukan keadilan restoratif. Bahkan disebutkannya, baru-baru ini Kejati melaksanakan keadilan restoratif terhadap dua perkara yang disaksikan langsung oleh Jaksa Agung RI, Burhanuddin didampingi oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Fadil Zumhana.

"Untuk keadilan restoratif baru-baru ini kita lakukan ada dua perkara yaitu perkara pelanggaran pasal 480 (1) dan Pasal 362 KUHP," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Lexy bahwa ada alasan-alasan yang harus di penuhi dalam pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. Adapun tersangka tersebut belum pernah di hukum atau dikatakan baru pertama kali melakukan tindak pidana.

"Ancam pidana tidak lebih dari lima tahun. Kemudian kerugian yang dialami oleh para korban tersebut dibawah Rp 2,5 juta. Korban dan tersangka berdamai dan serta para korban telah memaafkan, dan kerugian korban telah dikembalikan,"terangnya.

Selain kepentingan korban, kata Lexy yang juga dipertimbangkan adalah kepentingan pihak lain yaitu dimana para Tersangka tersebut masih memiliki masa depan yang panjang dan lebih baik lagi kedepannya. Kemudian Cost dan benefit penanganan perkara serta mengefektifkan asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan.

"Pada kesempatan kemarin Jaksa Agung memberikan arahan untuk kejaksaan bersikap profesional dan akuntabel," ucapnya.

Sementara itu, terkait dengan perkara di 2021. Kata Lexy di tahun lalu pihaknya telah melakukan keadilan restoratif sebanyak lima perkara. Untuk tahun ini, telah di lakukan dua perkara dengan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

"Kita juga masih akan lakukan pemeriksaan berkas-berkas perkara, apakah bisa dilakukan keadilan restoratif atau tidak, tentunya perkara-perkara yang sesuai dengan syarat yang bisa dilakukan keadilan restoratif," pungkasnya. (*)

Baca juga: Penegakan Keadilan Restoratif Pertama di Provinsi Jambi, Korban dan Tersangka Sepakat Damai

Baca juga: Korban & Tersangka Sepakat Damai, Perdana Kejari Tanjabbar Gelar Penegakan Keadilan Restoratif

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved