Femalenial
Rizdhianty Savitri Tertantang Membangkitkan Minat Baca di Kalangan Masyarakat
Berita Jambi-Menurut data UNESCO minat baca masyarakat Indonesia sekitar 0,001 persen atau dari 1.000 orang di Indonesia hanya ada satu orang
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menurut data UNESCO minat baca masyarakat Indonesia sekitar 0,001 persen atau dari 1.000 orang di Indonesia hanya ada satu orang yang rajin membaca.
Dengan pernyataan UNISCO ini di mana minat masyarakat Indonesia rendah juga menjadi tantangan tersendiri bagi Duta Baca Provinsi Jambi.
Rizdhianty Savitri, terbaik 1 Duta Baca Provinsi Jambi priode 2021-2023 mengatakan ini merupakan tantangan tim Duta Baca untuk mengedukasi dan meningkatkan minat baca.
"Minat baca di Indonesia menurut UNESCO juta 0,001 persen dan ini juga termasuk Jambi minat baca di kalangan masyarakat bisa dibilang rendah dan ini juga turut tergerus oleh digital," jelasnya.
"Di mana pada digital, yang paling diminati itu seperti game dan lain sebagainya sedangkan literasi juga bisa dengan metode lebih canggih menggunakan Gadget," tambahnya.
Dan kali ini Tim Duta Baca mencoba memberikan inovasi dengan melaunching Book Swap.
"Kali ini kita mencoba untuk memberikan program inovatif yg kira-kira bisa membangkitkan minat baca dan memahami literasi lebih dari sekedar membaca. Karena menurut saya membaca itu adalah bagaimana kita bisa memahami, mendalami, memaknai dan setelahnya kita bisa mengimplementasikannya," lanjutnya.
"Kita sebagai Duta Baca, melihat bagaimana melihat literasi secara luas tidak hanya sebagai perspektif menulis dan menghitung, tapi bagaimana Duta Baca bisa meliterasi di segala kehidupan," ucapnya.
Book Swap ini juga merupakan salah satu program dari duta baca di mana bertujuan untuk membuat sebuah pojok baca ditempat yang ramai
"Membuat pojok baca di tempat-tempat yang ramai generasi mudanya dan hari ini kita membuatnya di Duniawi Cafe," tambahnya.
Book swap adalah program duta baca di mana memberikan sebuah rak yang sudah dilengkapi buku bacaan bagi para pengunjung dengan syarat tertentu.
"Syaratnya pengunjung hanya perlu membawa 1 buku pribadi dan boleh menukar 1 buku yang ada di book swap, kita memang membuat sistem barter," lanjutnya.
"Ini ide dari teman-temen duta baca, di mana kita terdiri dari 10 orang. Dan seluruh duta baca ini bagaimana kita menuangkan ide dan berkolaborasi tentu saja dengan mengajak stakeholder membantu mengembangkan minat baca masyarakat," jelasnya.
Ia juga mengatakan tim Duta Baca akan terus memberikan aksi-aksi kecil, dan kafe-kafe juga antusias dengan program Book Swap ini.
Tak luput ia juga menyampaikan harapannya, "Semoga aksi-aksi kecil yang kami lakukan ini bisa memberikan dampak di kalangan masyarakat," tutupnya.