Kisah Philipp Lahm 'Kurcaci Ajaib' yang Memilih Pensiun Dini dari Sepakbola
Artikel ini membahas tentang Philipp Lahm Bek Sayap Terbaik Sepanjang Masa yang Memilih Penisun Dini
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Patrik Stollarz/AFP/Getty Images Photograph: Patrik Stollarz/AFP/Getty Images
Philipp Lahm legenda sepakbola Jerman yang disebut sebagai bek sayap terbaik
TRIBUNJAMBI.COM - Philipp Lahm adalah mantan pemain sepak bola profesional Jerman yang bermain sebagai bek sayap sebagai bek sayap terbaik sepanjang masa.
Lahm sepanjang karirinya banyak bermain sebagai kapten Bayern Munich.
Bersama Munich dia setelah meraih berbagai penghargaan termasuk Liga Champions UEFA 2013 .
Dia juga mantan kapten tim nasionalnya dan Piala Dunia FIFA 2014, sebelum akhirnya memilih pensiun dari sepak bola internasional.
Lahm sukses membawa tim Piala Dunia turnamen pada tahun 2006, 2010, dan 2014, dan Tim Turnamen UEFA pada tahun 2008 dan 2012 dan dalam Tim UEFA Tahun 2006, 2008, 2012, 2013 dan 2014.
Lahm dikenal dengan pemain yang menggunakan kaki kanan namun ia mampu bermain di kedua sisi lapangan, karena kecerdasan taktis dan fleksibilitas.
Dia sering memotong dari sayap ke bagian dalam lapangan untuk menembak atau mengoper.
Kelebihannya adalah kecepatan, teknik, stamina, dan kemampuan tekel yang tepat, serta perawakannya yang kecil, yang membuatnya mendapat julukan "Kurcaci Ajaib".
Karena kemampuan positioning dan tekelnya meskipun bertubuh kecil, kemampuannya membaca permainan, kualitas kepemimpinannya dan juga karena keterampilannya dianggap sebagai bek sayap terbaik sepanjang masa.
Pada tanggal 6 September 2013, Lahm dianugerahi cap ke-100 untuk tim nasional Jerman dalam kemenangan 3-0 atas Austria selama kualifikasi untuk Piala Dunia 2014.
Pada 16 Juni 2014, Lahm dipercaya timnas Jerman di lini tengah dalam pertandingan pertama mereka di Piala Dunia FIFA 2014.
Dia merasakan kekalahan 4-0 dari Portugal di Salvador, dan tetap di posisi untuk dua pertandingan grup lainnya dan melaju ke putaran selanjutnya melawan Aljazair.
Lahm kembali dipercaya sebagai bek kanan dalam laga perempat final melawan Prancis.
Dia juga dipercaya dalam timnas saat dalam kemenangan 7-1 Jerman dari Brasil di semi-final.
Pada 11 Juli 2014, Lahm masuk dalam daftar 10 orang yang terpilih untuk penghargaan Bola Emas FIFA.
Pada 13 Juli 2014, Lahm memimpin Jerman meraih kemenangan Piala Dunia, kemenangan 1-0 melawan Argentina di final, keempat kalinya Jerman memenangkan kompetisi tertinggi di dunia itu.
Pada 18 Juli 2014, Lahm, pada usia 30 dia pensiun dari sepak bola. (Wikipedia).
Lahm sepanjang karirinya banyak bermain sebagai kapten Bayern Munich.
Bersama Munich dia setelah meraih berbagai penghargaan termasuk Liga Champions UEFA 2013 .
Dia juga mantan kapten tim nasionalnya dan Piala Dunia FIFA 2014, sebelum akhirnya memilih pensiun dari sepak bola internasional.
Lahm sukses membawa tim Piala Dunia turnamen pada tahun 2006, 2010, dan 2014, dan Tim Turnamen UEFA pada tahun 2008 dan 2012 dan dalam Tim UEFA Tahun 2006, 2008, 2012, 2013 dan 2014.
Lahm dikenal dengan pemain yang menggunakan kaki kanan namun ia mampu bermain di kedua sisi lapangan, karena kecerdasan taktis dan fleksibilitas.
Dia sering memotong dari sayap ke bagian dalam lapangan untuk menembak atau mengoper.
Kelebihannya adalah kecepatan, teknik, stamina, dan kemampuan tekel yang tepat, serta perawakannya yang kecil, yang membuatnya mendapat julukan "Kurcaci Ajaib".
Karena kemampuan positioning dan tekelnya meskipun bertubuh kecil, kemampuannya membaca permainan, kualitas kepemimpinannya dan juga karena keterampilannya dianggap sebagai bek sayap terbaik sepanjang masa.
Pada tanggal 6 September 2013, Lahm dianugerahi cap ke-100 untuk tim nasional Jerman dalam kemenangan 3-0 atas Austria selama kualifikasi untuk Piala Dunia 2014.
Pada 16 Juni 2014, Lahm dipercaya timnas Jerman di lini tengah dalam pertandingan pertama mereka di Piala Dunia FIFA 2014.
Dia merasakan kekalahan 4-0 dari Portugal di Salvador, dan tetap di posisi untuk dua pertandingan grup lainnya dan melaju ke putaran selanjutnya melawan Aljazair.
Lahm kembali dipercaya sebagai bek kanan dalam laga perempat final melawan Prancis.
Dia juga dipercaya dalam timnas saat dalam kemenangan 7-1 Jerman dari Brasil di semi-final.
Pada 11 Juli 2014, Lahm masuk dalam daftar 10 orang yang terpilih untuk penghargaan Bola Emas FIFA.
Pada 13 Juli 2014, Lahm memimpin Jerman meraih kemenangan Piala Dunia, kemenangan 1-0 melawan Argentina di final, keempat kalinya Jerman memenangkan kompetisi tertinggi di dunia itu.
Pada 18 Juli 2014, Lahm, pada usia 30 dia pensiun dari sepak bola. (Wikipedia).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/philipp-lahm-legenda-sepakbola-jerman.jpg)