Breaking News:

Berita Jambi

Walhi Jambi: Pencabutan Izin Konsensi Hutan Sebaiknya Dilihat dari Sisi Tanggung Jawab Perusahaan

Berita Jambi-Manajer Advokasi Walhi Jambi, Dwi Nanto menilai pencabutan izin sektor kehutanan yang dilakukan pemerintah pusat

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/HO/WALHI JAMBI
Ilustrasi. Walhi Jambi saat menyampaikan catatan akhir tahun 2021, Selasa (29/12/2021) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Manajer Advokasi Walhi Jambi, Dwi Nanto menilai pencabutan izin sektor kehutanan yang dilakukan pemerintah pusat ini sebaiknya harus menyelesaikan masalah yang ada di hutan terlebih dahulu, sebelum pemerintah mencabut izin itu.

"Kalau misalnya dicabut harus dilihat dulu faktor sejarahnya mengapa perusahaan itu dicabut. Misalkan ada satu perusahaan yang berada di kawasan hutan kalau misalnya dicabut ini tanggung jawab untuk pemulihan hutannya bagaimana," ungkapnya, Jumat (7/1/2022).

Menurutnya jelas terabaikan pemulihan hutan yang harusnya menjadi tanggung jawab dari setiap perusahaan yang telah menggunakannya.

Dirinya menilai sebaiknya, sebelum pemerintah melakukan pencabutan izin, ada baiknya pemerintah memastikan perusahaan telah mengembalikan hutan seperti semula.

"Jadi yang harus dikritisi ini sebelum dicabut izinnya dipastikan dulu, ada utang tidak perusahaan itu untuk memperbaiki kembali kondisi hutan," katanya.

"Ini kewajiban dia untuk melakukan perbaikan. Apa lagi perusahaan itu memiliki konflik dengan masyarakat dan SDA masyarakat rusak dan belum dipulihkan, jika langsung dicabut maka itu tidak adil," bebernya.

Ia berharap selain mencabut perizinan pengelolaan hutan, pemerintah juga menimbang dari sisi tanggung jawab perusahaan untuk mengembalikan hutan menjadi kondisi semula.

(Tribunjambi.com/Widyoko)

Baca juga: Kisah Kasim & Hartati Pada Catatan Akhir Tahun Walhi Jambi, Potret Kecil Konflik Warga vs Perusahaan

Baca juga: Serukan Aksi Kreatif, Walhi Jambi Menilai Palsunya Janji Pemerintah Tangani Lingkungan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved