Breaking News:

Berita Jambi

Inilah Sosok Putra Jambi yang Bekerja di Bank Dunia, Bicara Jambi Dapatkan Kucuran Dana

Berita Jambi-Muhammad Ridwansyah, putra asli Jambi yang lahir di Kota Bangko, 14 Juni 1968 silam, kini dipercaya di Bank Dunia.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Muhammad Ridwansyah, asal Jambi yang berkiprah berkarir di Bank Dunia 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Muhammad Ridwansyah, putra asli Jambi yang lahir di Kota Bangko, 14 Juni 1968 silam, kini dipercaya sebagai Senior Technical Adviser di Bank Dunia, untuk Indonesia Program.

Terhadap hal ini, Muhammad Ridwansyah masuk dalam buku 65 Tokoh Perspektif Pemikiran Membangun Jambi yang disusun oleh redaksi Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) Nasional. Muhammad Ridwansyah dianggap sebagai bagian dari tokoh yang memiliki pemikiran dan tokoh yang mempunyai kompetensi khusus.

"Pertama ini adalah surprise juga ya, intinya ya saya berkerja berusaha dengan sebaik mungkin aja, dan jadi tokoh bukan yang di targetkan. Mungkin mereka melihat ada sesuatu.

Muhammad Ridwansyah, merupakan alumni SMPN 1 Kota Bangko yang juga pernah bersekolah di SMAN 3 Jambi. Ia juga merupakan alumni di Fakultas Ekonomi Universitas Jambi. Usai di Unja, Ridwan kembali menempuh studi S2 di University Philippines Los Banos (UPLB) dan S3 di IPB.

Muhammad Ridwansyah pernah terpilih sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional 1990. Sebagai dosen Unja, dia pernah menjadi dosen teladan tingkat nasional 2010. Sementara periode 2013-2018, Ridwan terpilih sebagai Chief Economist MCA Indonesia, di bawah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Di sisi lain, bicara soal Bank Dunia dan Jambi, kata Muhammad Ridwansyah kita masyarakat Jambi harus bersyukur karena Jambi di jadikan pilot projek.

Hal ini lantaran Bank Dunia memilih dua Provinsi di Infonesia yang akan mendapatkan kucuran dana hibah.

"Di dunia hanya ada lima negara yang di pilih untuk mendapatkan bantuan dan di Indonesia itu ada provinsi yang mendapatkan program BioCarbon Fund. Kita bersyukur jambi terpilih, dan tentu bank dunia ini memilih itu tidak sembarangan karena punya kriteria, jadi Jambi patut bersyukur,"sebutnya yang pernah menjadi Natural Resource Economist pada Global Green Growth Institute (2018-2019).

Ia menyebut bahwa dana yang dikucurkan tersebut akan diberikan secara bertahap, dimana tahap prevention itu sebanyak 1,5 juta USD dana katanya itu sudah selesai. Saat ini katanya masuk tahap fee investment awal itu sekitar 13,5 USD.

"Ini di kucurkan sekitar 4 tahun lah sampai 2026 dan star tahun ini. Kalo ini bagus lagi, baru nanti kita dapat kompensasinya itu mungkindua tahun dari sekarang, kalau bagus itu dikasih. Baru nanti di total
Performance Based Payments bisa mencapai 70 juta USD ditambah 13,5 USD ditambah 1,5 USD itu diatas Rp1,2 triliun di satu program," rincinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved