Breaking News:

Berita Batanghari

Tersangka Kasus Korupsi Puskesmas Bungku Belum Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Batanghari

Tujuh tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Bungku pada 2020 hingga saat ini masih berkeliaran atau belum ditahan.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Wira
AKBP Heru Ekwanto Kapolres Batanghari, saat melaksanakan kegiatan Press Release akhir Tahun 2021 pada Kamis (30/12/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Tujuh tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Bungku pada 2020 hingga saat ini masih berkeliaran atau belum ditahan.

Dalam penetapan para tersangka, Tim penyidik Tipikor Polres Batanghari sempat melakukan gelar perkara bersama Bareskrim Polri.

Para peserta gelar menyatakan tujuh orang sebagai tersangka ini memenuhi unsur perbuatan melanggar hukum terhadap unsur pasal yang disangkakan.

Hal ini disampaikan AKBP Heru Ekwanto Kapolres Batanghari, saat melaksanakan kegiatan Press Release akhir Tahun 2021 pada Kamis (30/12/2021).

Para tersangka ini masih akan menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

“Dari 7 orang tersangka ada pegawai. Yang bersangkutan tidak akan melarikan diri,” katanya.

Baca juga: Polres Batanghari Tetapkan 7 Tersangka Kasus Korupsi Puskesmas Bungku, Identitas Belum Diungkap

Pegawai ini kata Kapolres walau sudah ditetapkan sebagai tersangka masih memiliki hak untuk membela diri.

Misalnya pelaku ilegal driling, sedangkan ditahan saja ia melarikan diri, jebol sel tahanan apalagi tidak ditahan.

“Jika kata polisi salah, tapi kata dia tidak salah, jadi ngapain kalau dia lari. Jadi saat ini mereka memiliki keyakinan tidak bersalah, dan nanti pembuktiannya ada di pengadilan,” ucapnya.

Kendati demikian, guna antisipasi para pelaku ini tidak melakukan perbuatan berulang, artinya korupsi terus korupsi lagi, dan juga pihaknya mengantisipasi supaya tidak menghilangkan barang bukti.

Pihaknya tetap akan melakukan penahanan, saat berkas perkara tahap pertama dinyatakan rampung dan masuk tahap ke kedua.

“Kita terapkan wajib lapor, jadi setiap Minggu mereka harus lapor ke kita sebagai bukti bahwa mereka masih berada diwilayah ini dan nantinya ketika dibutuhkan untuk kehadiran, mereka harus ada,” pungkasnya.

Baca juga: Polisi Masih Melengkapi Petunjuk Jaksa dalam Kasus Korupsi Pembangunan Puskesmas Bungku

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved