Breaking News:

Sektor Jasa Keuangan di Provinsi Jambi Hingga Akhir 2021 Tetap Terjaga

Industri perbankan di Provinsi Jambi selama tahun 2021 mengalami progres dari sisi aset, kredit maupun dana pihak ketiga.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Industri perbankan di Provinsi Jambi selama tahun 2021 mengalami progres dari sisi aset, kredit maupun dana pihak ketiga.

Data dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi mencatat stabilitas sektor jasa keuangan di Provinsi Jambi hingga akhir 2021 tetap terjaga, sejalan dengan fungsi intermediasi perbankan  yang terus membaik didorong terkendalinya pandemi Covid-19 pulihnya mobilitas dan meningkatnya kegiatan perekonomian.

Kepala OJK Provinsi Jambi, Yudha Nugraha Kurata, baru-baru ini mengatakan Provinsi Jambi perkembangan kondisi ekonomi  sampai dengan triwulan 3 2021 sebesar 5,91 persen, cenderung terus meningkat dibanding triwulan sebelumnya dan lebih baik dibanding  pertumbuhan ekonomi nasional.

"Beberapa sektor menjadi faktor pendorong utama, di antaranya sektor jasa kesehatan, perdagangan, pertambangan, pertanian, perkebunan, dan  pengadaan air," ujar Yudha.

OJK Jambi mencatat, jumlah aset perbankan di Provinsi Jambi mencapai Rp72,78 triliun pada posisi November 2021 meningkat sebesar 10,70 persen jika dibandingkan dengan jumlah set pada posisi November 2020 yakni sebesar Rp65,74 triliun.

Baca juga: HUT ke-65 Provinsi Jambi, Gubernur Jambi Berharap Semua Sektor Kembali Pulih

Sementara itu, dari sisi kredit juga mengalami pertumbuhan sebesar 3,99 persen (yoy).

"Di bulan November 2020 lalu jumlah kredit pada bank konvensional dan syariah di Provinsi Jambi sebesar Rp42,40 triliun. Mengalami peningkatan hingga posisi November 2021 kemarin menjadi Rp44,09 triliun," sebutnya.

Dana pihak ketiga pertumbuhannya terbesar yakni sebesar 11,37 persen, dari sebelumnya pada November 202 sebesar Rp39,08 triliun menjadi Rp42,42 triliun pada posisi November 2021.

Sementara itu NPL (Non Performing Loan) perbankan mengalami penurunan, dari sebelumnya sebesar 2,82 persen pada November 2020 menjadi 2,81 persen pada November 2021.

"Pada bank syariah dan unit usaha syariah di Provinsi Jambi juga mengalami pertumbuhan sepanjang tahun 2021. Dari sisi aset  pertumbuhan terjadi sebesar 21,04 persen, dari posisi November 2020 lalu sebesar Rp3,90 triliun sedangkan pada November 2021 menjadi Rp4,72 triliun," jelasnya.

Baca juga: Polres Kerinci Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp 1,4 Miliar dari Tindak Korupsi

Dari sisi kredit juga mengalami peningkatan sebesar 4,98 persen dengan  nilai kredit yang disalurkan dari Rp3,48 triliun menjadi Rp3,66 triliun.

"Pada penghimpunan dana pihak ketiga juga tumbuh sebesar 7,37 persen pada posisi November 2021 dengan nilai DPK sebesar Rp2,62 triliun meningkat dari tahun lalu yakni sebesar Rp2,44 triliun," pungkasnya. 
 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved