Breaking News:

Berita Batanghari

Polres Batanghari Tetapkan 7 Tersangka Kasus Korupsi Puskesmas Bungku, Identitas Belum Diungkap

Polres Batanghari tetapkan tujuh orang tersangka pada kasus korupsi Puskesmas Bungku, Kabupaten Batanghari pada 2021. Namun identitas tersangka...

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Musawira
Puskesmas Bungku di Desa Bungku RT 04 Kecamatan Bajubang memiliki gedung representative berlantai dua dan akan diresmikan penggunaannya dalam waktu dekat. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Polres Batanghari menangani tujuh perkara tindak pidana korupsi sepanjang 2021.

Dari perkara tersebut Polres Batanghari menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.

Tujuh orang yang ditetapkan ini terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Puskesmas Rawat Inap di Desa Bungku Kecamatan Bajubang pada 2020.

Kapolres Batanghari, AKBP Heru Ekwanto mengaku setidaknya kerugian negara yang dihitung mencapai sekitar Rp 6 miliar.

Jumlah itu tentu telah diverifikasi oleh ahli lembaga yang ditunjuk oleh negara.

”7 perkara ini semuanya kasus dugaan korupsi Puskesmas Bungku, artinya ada 7 LP, masing-masing pakai LP nomor sekian, nomor sekian sampai ke tujuh perkara ini," kata AKBP Heru Ekwanto Kapolres Batanghari, saat melaksanakan kegiatan Press Release pada 2021, Kamis (30/12/2021).

Kapolres menyebut pada 2021 yang lalu, dari 10 Polres dijajaran Polda Jambi, hanya Polres Batanghari yang dirinya tahu melakukan upaya penegakan hukum tindak pidana korupsi yang menangani perkara dengan kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar.

“Kita yang tangani kerugian negara paling besar tahun ini. Ada mungkin polres wilayah lain yang melakukan penyidikan perkara tindak pidana korupsi, namun dilakukan terhadap rata-rata kepala desa,” katanya.

Heru mengatakan setiap orang yang terlibat perkara, baik sebagai saksi, korban, tersangka dan lain-lain masih mendapatkan perlindungan hukum dan memiliki hak.

“Hak ini dilindungi oleh Undang-undang sampai nanti saatnya inkrah. Inkrah itu minimal di pengadilan biar pun nanti ada proses tahapan dari hukum yang sifatnya pembelaan atau banding dan lain-lain,” ucapnya.

Sebelum inkrah dari pengadilan Polres Batanghari kata Heru tidak bisa memberikan identitas secara terbuka siapa tujuh orang tersangka itu, karena ini menyangkut HAM.

“Bisa jadi orang-orang ini yang diduga salah sampai ke pengadilan tidak bersalah. Kalau dari awal kita sudah menyampaikan secara terbuka dan detil akhirnya dia akan mengalami kerugian nama baik sehingga kita tidak bisa menyampaikan secara blak-blakan, terbuka, detil identitas terhadap para tersangka,” pungkasnya.

Baca juga: Segera Diresmikan, Puskesmas Bungku Dilengkapi Ruang Isolasi Pansien Covid-19

Baca juga: Warga Diimbau Tetap di Rumah Saat Tahun Baru, Polres Batanghari: Jika Ada yang Pesta, Laporkan!

Baca juga: Polres Batanghari Ungkap 42 Kasus Narkoba dan Sita 96 Gram Sabu dari 56 Pelaku Selama 2021

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved