Breaking News:

Berita Tanjabtim

Sapi Bali Rentan Terserang Jembrana, Ini Tanda-tanda yang Harus Diwaspadai Peternak

Guna menjaga agar sapi milik peternak yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) tetap sehat dan produktif, Dinas Peternakan dan Perkebuna

tribunjambi/abdullah usman
Sapi Bali Rentan Terserang Jembrana, Ini Tanda-tanda yang Harus Diwaspadai Peternak 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Guna menjaga agar sapi milik peternak yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) tetap sehat dan produktif, Dinas Peternakan dan Perkebunan kroscek kesehatan ternak.

Drh. Ashari Adam Suryanto Kabid Budidaya dan Agribisnis Peternakan Disbunnak Tanjab Timur mengatakan, hampir rata-rata sapi yang ada di peternakan milik masyarakat Tanjab Timur yaitu jenis sapi Bali.

Sapi jenis ini sendiri memiliki juga memiliki beberapa penyakit dan faktor lainnya yang harus diawasi atau diantisipasi agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan dan juga proses penggemukan nya.

"Ada penyakit yang memang rentan menyerang sapi Bali ini, yaitu penyakit jembrana. Dan itu selalu kita antisipasi," ucapnya.

Penyakit jembrana ini sendiri merupakan penyakit menular akut pada sapi Bali yang disebabkan oleh Retrovirus yang ditandai dengan berbagai gejala seperti depresi, anoreksia, perdarahan ekstensif di bawah kulit, dan kebengkakan kelenjar limfe serta adanya diare berdarah.

Selain itu, ditemukan juga pada banyak kasus penyakit yang disertai perdarahan kulit, sehingga penyakit ini juga disebut sebagai penyakit keringat darah.

Biasanya, sapi Bali yang terserang penyakit jembrana ini berumur lebih dari 1 tahun dan yang terbanyak yaitu di usia 4 sampai 6 tahun serta bisa diderita oleh sapi betina maupun jantan.

Ternak yang terserang penyakit jembrana menunjukkan kenaikan suhu badan yang tinggi, berkisar antara 40 sampai 42 derajat celcius, disertai dengan kelesuan dan kehilangan nafsu makan.

Tanda tersebut disusul dengan pengeluaran ingus yang berlebihan, lakrimasi dan hipersalivasi. Pada awalnya ingus bersifat encer dan bening, akan tetapi lambat laun ingus tersebut berubah menjadi kental seperti cairan mukosa.

"Tetapi Alhamdulillah kita belum ada menemukan kasus sapi yang terkena penyakit jembrana di Kabupaten Tanjab Timur. Akan tetapi kita selalu mewaspadai agar jangan sampai penyakit itu menyerang sapi milik peternak kita di kabupaten ini," tuturnya.

Dirinya juga menjelaskan, sejauh ini kasus penyakit sapi yang masih sering ditemukan di Kabupaten Tanjab Timur yaitu penyakit cacingan.

Hal itu biasanya akan membuat sapi yang terkena cacingan akan sulit untuk gemuk dan memiliki beberapa ciri yang bisa diamati.

"Kalau penyakit sapi cacingan masih ada kita temui, itu juga karena faktor kondisi di beberapa wilayah di kabupaten ini yang memiliki lahan gambut dan basah, itu tentunya membuat rentan sapi-sapi di wilayah ini terkena penyakit cacingan," pungkasnya.

Baca juga: Resep Daging Sapi Semur, Gunakan Bagian Sengkel

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Berhadiah di Tebo, Peserta Bisa Dapat Kambing dan Sapi

Baca juga: Aktor Hardi Fadillah Banting Stir Jadi Peternak Sapi, Demi Hidupi Istri dan 3 Orang Anak

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved