Breaking News:

Berita Tanjabtim

Angka Lama Sekolah di Tanjabtim Paling Rendah se-Provinsi Jambi, Ini Terobosan Dinas Pendidikan

Angka rata-rata lama sekolah dan partisipasi sekolah di Tanjabtim terbilang paling rendah se-Provinsi Jambi, Kadisdik akui dan upayakan terobosan.

TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim Junaidi Rahmad. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Angka rata-rata lama sekolah dan partisipasi sekolah di Tanjabtim terbilang paling rendah se-Provinsi Jambi.

Keberhasilan pembangunan suatu wilayah ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas SDM tersebut.

Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan harus terus diupayakan, dimulai dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengenyam pendidikan, hingga pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan.

Untuk mengetahui seberapa banyak penduduk yang memanfaatkan fasilitas pendidikan dapat dilihat dari persentase penduduk menurut partisipasi sekolah.

Dinas Pendidikan dalam melihat partisipasi sekolah di suatu wilayah menggunakan beberapa indikator untuk mengetahuinya, antara lain melalui Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Kasar (APK), dan Angka Partisipasi Murni (APM).

Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sendiri angka partisipasi sekolah cukup membaik dalam kurun beberapa tahun terakhir, namun capaian tersebut belum bisa merubah posisi skala Provinsi bahwa angka APK dan partisipasi sekolah di Tanjabtim masih terendah dari 10 Kabupaten lainnya.

Hal tersebut disampaikan Kadisdik Tanjung Jabung Timur Junaidi Rahmad pada akhir tahun 2021 lalu, dirinya menuturkan, sejak beberapa tahun terakhir angka partisipasi, harapan lama sekolah dan APK siswa sekolah di Tanjabtim memang menunjukan tren membaik.

"Meski demikian tidak dipungkiri angka lama sekolah di Tanjabtim masih terendah dari 10 Kabupaten lain yang ada di Provinsi Jambi, " ujar Junaidi Rahmat, Senin (3/1/2022).

Terkait hal tersebut, berbagai upaya telah dicoba pemerintah Daerah guna meningkatkan angka partisipasi lama sekolah tersebut. Baik melalui program Disdik ataupun menyinkronkan dengan program pemerintah.

"Selain itu kita juga selalu mengusulkan, pada saat rapat forum CSR bersama OPD dan Perusahaan seperti PetroChina selalu kita sampaikan. Terutama untuk jangkauan penerima beasiswa ini harus diperluas tidak hanya seputar ring Satu saja, " jelasnya.

Karena tidak dipungkiri, banyak siswa siswa yang kurang mampu yang jauh dari pusat kota menjadi penyumbang angka putus sekolah. Salah satu penyebabnya karena faktor ekonomi, kemiskinan dan ketiadaan biaya mereka untuk melanjutkan pendidikan.

"Kita berharap ke depan angka partisipasi sekolah ini akan jauh lebih baik lagi," pungkasnya.

Baca juga: Target Vaksinasi Lansia di Tanjabtim Kurang 2,4 Persen, Vaksinasi Anak Belum Bisa Dilaksanakan

Baca juga: Angka Putus Sekolah di Tanjabtim Masih Terbilang Tinggi, Disdik Catat 7 Persen dari 35 Ribu Siswa

Baca juga: Menu Es Cinta di Tempat Nongkrong Sabak Barat Tanjabtim Ini Buat Pengunjung Ketagihan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved